


SPIONASE-NEWS.COM,- TORAJA UTARA – UPTD Museum Pongtiku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara mengelar Pameran Temporer selama tiga hari di Batikta Toraja Karassik Hils, Kamis (21/08/2025).
Kegiatan pameran temporer dibuka oleh Kepala UPTD Museum Pongtiku, Bartholomius Saalino, S.E dengan mengambil Tema “Batik Toraja sebagai Batik Tertua Nusantara,” yang dihadiri siswa-siswi SMPN 2 Rantepao, Dan SMAN 2 Toraja Utara bersama Guru dan staf museum Pongtiku serta Komunitas Seni.
Adapun Materi dan Diskusi didapatkan siswa-siswi SMP Negeri 2 Rantepao bersama guru yang dibawakan narasumber dari Ketua Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Seni Budaya Lestari Indonesia, Lukman US.
Kepala UPTD Museum Pongtiku Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Toraja Utara, Bartholomius Saalino, S.E mengatakan, Pihaknya (UPTD Museum Pongtiku) melakukan Kegiatan pameran temporer selama tiga hari, yang dimulai tanggal (21 – 23 Agustus 2025), dengan menghadirkan para siswa-siswi pelajar untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda.
Pameran temporer dengan tema “Batik Toraja Sebagai Batik Tertua Nusantara,” bertujuan
untuk memamerkan atau memperkenalkan produk lokal daerah yaitu batik Toraja sebagai batik pertama dan batik tertua nusantara, sehingga para siswa bersama guru dapat memahami budaya masyarakat Toraja,” Ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Seni Budaya Lestari Indonesia, Lukman.US mengatakan, Lembaga pelatihan dan pengembangan Seni Budaya Lestari Indonesi sebagai fasilitator dalam kegiatan yang dilaksanakan UPTD Museum Pongtiku untuk memberi edukasi kepada siswa dan siswi pelajar.
Pameran temporer ini yang dipamerkan sesuai dengan tema “Batik Toraja Sebagai Batik Tertua Nusantara”, Kami pamerkan itu batik Toraja yang ada tiga macam yaitu Sarita, Maa dan batik Lotong bo’ko yang asli,” Ucapnya.
Kata Lukman, Dirinya memberi educasi terhadap siswa pelajar tentang fungsi dan manfaatnya perbedaan Sarita, Maa dan Lotong bo’ko.
“Batik Sarita, Maa dan Lotong bo’ko yang ketiganya batik Toraja masing masing memiliki motif, ukuran dan punya fungsi pada acara Rambu Tuka atau Rambu Solo,” Jelasnya.
Lanjut Lukman , Selain pameran juga diadakan workshop cara membuat batik ” tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan , karna secara umum masyarakat Toraja tidak kurang dari 90 persen tidak memahami kekayaan kearifan lokalnya, Ujar Lukman.
Laporan : Agen 027 Saldi Samara

























