Romi, Ketua MRC Enrwkang

SPIONASE-NEWS.CIM,- ENREKANG — Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Enrekang merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Enrekang.

Salah seorang Pemerhati pendidikan, Romi yang juga Ketua Massenrempulu Research Centre (MRC), berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa-siswi, tenaga pendidik, dan seluruh staf sekolah, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peningkatan mutu pendidikan.

Romi berpandangan bahwa, “pelaksanaan revitalisasi sekolah ke depan perlu terus didukung melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan sesuai prosedur, serta evaluasi yang berkelanjutan”, Jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas hasil pekerjaan, kesesuaian dengan kebutuhan sekolah, dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat pendidikan.”

Dalam konteks pelaksanaan program, mekanisme swakelola dapat menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan anggaran pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, penggunaan dana diharapkan lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan material berkualitas dan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Optimalisasi ini tentu perlu disertai pengelolaan yang tertib, transparan, dan sesuai dengan petunjuk teknis serta ketentuan yang berlaku.

Penguatan peran Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan revitalisasi. Dengan koordinasi yang baik, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta administrasi yang tertata, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan akuntabel.

Pendekatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan tata kelola pembangunan yang partisipatif.

Romi turut menyarankan, “Agar Komite Sekolah dapat dilibatkan secara maksimal sesuai tugas dan fungsinya”. Hal tersebut sejalan dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang memberikan ruang bagi Komite untuk berperan dalam memberikan pertimbangan, dukungan, pengawasan, serta menyalurkan aspirasi masyarakat.

Keterlibatan Komite secara proporsional dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pelaksana program.”

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, pengawasan dan evaluasi juga diharapkan berjalan secara kolaboratif melalui instansi terkait sesuai kewenangannya. Prinsip tersebut sejalan dengan PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah serta UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Pengawasan yang konstruktif dapat menjadi sarana pencegahan, pendampingan, dan penyempurnaan pelaksanaan program agar semakin sesuai dengan tujuan pembangunan pendidikan.

Selain aspek teknis, revitalisasi sekolah juga memiliki potensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pemanfaatan tenaga kerja lokal dan sumber daya yang tersedia di wilayah pelaksanaan, sepanjang sesuai ketentuan program, dapat menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pembangunan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan demikian, manfaat revitalisasi tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga oleh masyarakat secara lebih luas.

Pada akhirnya, revitalisasi sekolah di Enrekang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, satuan pendidikan, komite sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Penguatan swakelola, optimalisasi partisipasi, serta pengawasan yang profesional diharapkan menjadi fondasi bagi keberhasilan program.

Revitalisasi yang baik bukan hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat tata kelola, dan menghadirkan masa depan pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi Enrekang, Ungkap Aktivis Pendidikan ini.

Laporan Agen :  014 MWR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here