SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Institusi Kepolisian di duga di Susupi Pihak Swasta yaitu salah seorang Taipan di Makassar ( Red : Jen Tang) dalam Pembangunan Kantor Polres Pelabuhan Makassar, Jelas Jendlap Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi, Senin (21/1).

Institusi kepolisian merupakan lembaga Negara yang independen yang kemudian di amanahkan oleh undang-undang sebagai penegak hukum tapi sangat di sayangkan jikalau penegak hukum khususnya institusi kepolisian di susupi oleh pihak lain dalam hal ini pihak swasta.

Wirawan Kusuma Umar Jendral lapangan Aliansi Mahasiswa Makassar Anti Korupsi (AMMAK) mengatakan bahwasanya terkait pembangunan kantor Polres Pelabuhan Makassar yang kemudian kami anggap adanya indikasi gratifikasi karena beberapa bukti dan pengakuan dari aparat itu sendiri, Jelas Wirawan.

Perlu di ketahui bahwa pembangunan Polres Pelabuhan Makassar selain ada dugaan gratifikasi kami juga menemukan pelanggaran perda yang ada di kota Makassar.

Kenapa kami anggap ini gratifikasi karena semua persyaratan administrasi bukan atas nama instansi kepolisian, tapi ironinya mulai dari pemilikan Sertifikaf lahan sampai IMB itu atas nama pihak swasta, sedangkan dalam aturan yang berhak mengajukan IMB itu instansi terkait.

Selanjutnya bahwa tanah yang kemudian di tempati bangunan Polres pelabuhan itu adalah lokasi Cagar Budaya yang di atur dalam Perda maupun draf RT/RW Kota Makassar.

Kami sangat sayangkan karena Pemerintah Kota Makassar membiarkan pembangunan ini dengan mengeluarkan IMB, ini karena pihak swasta yang kami maksud adalah orang berpengaruh di daerah ini “Kebal Hukum” , siapa sih tidak kenal Jen Tang yang menjadi pemenang dalam sengketa lahan Polres Pelabuhan Makassar sehingga menduga kuat ini ada unsur gratifikasi, apa lagi Jen Tang ( DPO ) kasus lahan Buloa, yang di duga juga masih ada permainan aparat hukum atas melarikan dirinya Jen Tang ke luar negeri, Ungkapnya.

Kami dari Aliansi Mahasiswa Makassar Anti Korupsi akan mengawal kasus ini dan akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan Kompolnas, karena kami menganggap ini mencederai institusi dan baik Kepolisian Republik Indonesia, sehingga dalam waktu dekat ini kami akan melakukan aksi besar besaran (Demo) untuk meminta penjelasan Kapolres Pelabuhan dan Kapolda Sulsel terkait kasus ini, serta akan menyurat ke Mabes Polri dan Kompolnas secara kelembagaan. Ungkap Wirawan Kusuma Umar.

Laporan : Agen 054 Mansyar M / Agen 011 Bagaskara (Mks)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here