SPIONASE-NEWS.COM, – GOWA – Dalam rangka mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Rabu (02/12/2020).

Syamsuddin Bidol, Kadis Sosial Kab.Gowa

Kementerian sosial mengeluarkan beberapa kebijakan berdasarkan keputusan Direktur Jendral Perlindungan dan Jaminan Sosial No. 02/3 BS/02/01/4/20 tanggal 03 April 2020, tentang index dan faktur penimbang bantuan sosial program keluarga harapan dan penganggaran Corona Virus Dieserse 2019/2020.

Mekanisme penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan di masa pandemi covid 19, berdasarkan No 03/3 BS/01/4/20 tanggal 03 April 2020, mekanisme pencairan bansos bagi KPM dan PKH wajib mengikuti protokol kesehatan.

Saat mendatangi tempat pencairan dana, PKH harus dalam keadaan sehat dan memakai masker, menghindari keramaian dan kerumunan, menjaga jarak aman, tidak bersalaman atau kontak fisik, tidak menyentuh wajah, mencuci tangan, segera pulang setelah mengambil bantuan sosial dan tidak diperkenankan mengajak balita dan lansia.

Kadis Sosial Kab Gowa Syamsuddin Bidol, kepada media ini, pada Senin (30/11/2020) menjelaskan, terkait hal itu, dirinya mengatakan bahwa pendamping PKH bertugas untuk mendampingi dan mengawasi penyaluran Bansos PKH di lapangan.

Mekanisme penyaluran tersebut sebelumnya diterima pertriwulan, karena masa pandemi dibayarkan perbulan dan mulai disalurkan pada bulan April dengan index bantuan sebagaimana SK tersebut diatas, maka tersusunlah rinciannya sebagai berikut :

Ibu hamil Rp 250.000/ bulan, Anak usia 0-6 tahun, Rp 250.000/ bulan, Anak sekolah SD, Rp 75.000/bulan, Anak Sekolah SLTP, Rp 125.000/bulan, Anak Sekolah SLTA, Rp 166.000/bulan, Disabilitas berat, Rp 200.000/bulan, serta Lanjut usia 70 tahun keatas, Rp 200.000/bulan.

Selain itu, untuk membantu kelancaran kegiatan penyaluran, Pendamping sosial PKH dibantu oleh Ketua kelompok peserta PKH.

Hal ini secara teknis dijelaskan bahwa pendamping sosial PKH menginformasikan kepada Ketua kelompok, bahwa dana bansos sudah bisa dicairkan dan Ketua kelompok meneruskan informasi ke anggota kelompok peserta PKH.

Bagi yang tidak bisa melakukan pencairan sendiri dengan alasan tertentu, maka yang bersangkutan bisa diwakili dengan memberikan surat kuasa kepada orang yang dipercaya.

Selain itu, diketahui bahwa sumber data penerima PKH dijelaskan oleh Syamsuddin bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimutakhirkan secara berkala oleh operator SIKS-NG dari desa/Kelurahan dan juga dari hasil musyawarah desa/kelurahan setempat.

Selanjutnya dikelola oleh Kemensos-RI untuk ditetapkan sebagai Calon Keluarga Penerima Manfaat (CKPM), kemudian data tersebut divalidasi dan diverifikasi oleh pendamping Sosial PKH, sesuai syarat dan ketentuan untuk ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau PKH.

Syamsuddin menambahkan, adapun prosesnya, pihak Kemensos memberikan persetujuan untuk dapat membagikan kembali KKS tersebut dengan meminta kepada Himbara (Himpunan Bank Negara).

“Kalau di Kabupaten Gowa oleh Bank BNI, untuk dilakukan pendistribusian setelah BNBA dari KPM tersebut telah jelas, maka langsung kita bagikan kepada seluruh Camat, untuk menyampaikan kepada para Kades dan Lurah,” terangnya.

Pendistribusian Kartu Kesejahteraan Keluarga (KKS) Program Sembako yang pernah dilakukan tahun 2019 dan yang dilakukan bulan lalu oleh BNI Cabang Kabupaten Gowa pada 18 kecamatan, setelah jadwal pendistribusian tersebut selesai, masih ada masyarakat yang belum datang dalam kegiatan proses pendistribusian tersebut.

Dirinya juga sudah koordinasi kepada Tikor (Tim Koordinator) Kabupaten Gowa dengan Pihak Bank BNI dan Para Camat, serta seluruh TKSK dan Pihak Ketua Satgas Bansos Polres Gowa, Para Operator desa dan kelurahan, maka disusunlah jadwal pendistribusian KKS tersebut.

Para Camat juga siap menfasilitasi di kecamatannya masing-masing, sesuai mekanisme protokol kesehatan covid-19. “Kami optimis dapat berjalan lancar, karena adanya dukungan dari tripika kecamatan, yakni Para Camat dan Kepala Desa.

Laporan : Agen Gaffar/ Sf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here