SPIONASE-NEWS.COM,- GOWA  – Peristiwa tragedi berdarah terjadi di Lingkungan Pekanglabbu, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan, terjadi sekitar pukul 21.30 WITA, Minggu (09/11/2025)

Kronologis Kejadian

Saat ditemui oleh awak media pada Sabtu (08/11/2025) pukul 14.00 WITA di rumah keluarganya di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, istri korban, Hasnita, membeberkan kronologi sebenarnya.

Menurut keterangan Hasnita, korban kedua Amir Dg. Tuju sempat memutar musik di rumahnya sejak pukul 12.00 hingga 16.00 WITA pada hari kejadian.

Pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WITA, pelaku Muh. Sabil Dg. Ewa yang datang bersama anak dan menantunya, mendatangi rumah korban pertama Rahim Dg. Bali. Pelaku menegur sambil memaki dan menghina korban kedua, Amir Dg. Tuju. Saat itu pelaku sudah menggenggam pasir di tangan kiri dan memegang sangkur di tangan kanan.

Adu mulut pun terjadi. Rahim Dg. Bali (korban 1) kemudian datang untuk melerai. Di saat itu, pelaku melemparkan pasir ke mata Rahim Dg. Bali. Anak pelaku, Haerul, disebut juga ikut melemparkan pasir ke wajah korban.

Ketika korban mengusap matanya, pelaku langsung menusukkan sangkur ke dada kiri korban hingga tersungkur bersimbah darah. Pelaku disebut masih menganiaya korban meski sudah tergeletak.

Usai melakukan aksinya, pelaku kembali ke rumahnya yang berada di belakang rumah korban.

Melihat menantunya terkapar, Amir Dg. Tuju (korban 2) segera mengambil sebilah parang pendek lalu menuju rumah pelaku. Setibanya di lokasi, pelaku kembali melempar pasir ke mata korban dan langsung menikam dada korban.

Amir Dg. Tuju berlari pulang untuk meminta pertolongan dan kemudian dibawa istrinya ke Puskesmas Pallangga. Namun setelah sekitar 30 menit dirawat, korban dinyatakan meninggal dunia.

Aksi Emosi Warga Pascakejadian

Tidak terima atas kematian dua anggota keluarga mereka, Jufri Dg. Rate, kakak korban pertama, melempari rumah pelaku pada malam itu juga sekitar pukul 23.00 WITA, hingga mengenai kaca rumah pelaku.

Keesokan harinya, Senin (03/11/2025) sekitar pukul 22.00 WITA, massa yang geram kembali mendatangi rumah pelaku dan melakukan pelemparan sebagai bentuk amarah atas hilangnya dua nyawa sekaligus.

Pihak kepolisian kemudian tiba di lokasi untuk mengamankan situasi dan meredam tindakan massa.

Tuntutan Keluarga Korban

Keluarga korban menegaskan harapan mereka agar aparat penegak hukum bersikap netral dan bertindak tegas dalam menangani perkara ini. Mereka mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Harapan kami, pelaku dihukum mati sesuai undang-undang yang berlaku. Kami juga meminta pihak kepolisian bertindak bijaksana dan netral dalam menangani kasus yang menimpa keluarga kami,” tegas Hasnita.

Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian setempat. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Laporan : Agen 089 M. Rijal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here