SPIONASE-NEWS.COM,- BONE – Kembali lagi Oknum Kades di Bone, di duga menyalahgunakan Dana Desa, dengan adanya temuan proyek bermasalah yang menggunakan dana APBdesa/Dana Desa di Kabupaten Bone, Rabu (22/6/2021)

Proyek yang yang diduga bermasalah ini menggunakan anggaran Dana APBdesa/Dana Desa Tahun 2019 yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat bagi Desa Polewali di Bone.

Kepala Desa Polewali A.Darmawan yang coba ingin di konfirmasi atas dugaan temuan Proyek bermasalah ini, susah dihubungi dan HP nya juga tidak aktif.

Di duga Proyek Pekerjaan Talud P = 570 M, Rabat Beton = 3 – 3,2 x 285 M dan Palt Duikker ini bermasalah dan langsung dilaporkan oleh Firman Liking dari aktivis LMR-RI ini ke Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Kajuara, pada hari Kamis (10/06/2021) lalu

Pekerjaan Jalan Rabat Beton dan semua item pekerjaan diatas dengan total anggaran Rp. 286.850.100,- sesuai yang tertera di papan prasasti, Pekerjaan Rabat Beton ini yang sangat nyata terlihat hancur dilapangan dan rusak total, bahkan bagian atas sudah terlihat pasirnya dan sementara semen cor yang membungkus Rabat Beton tersebut selama ini sudah tidak terlihat lagi, Ujar salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan.

Pasir campuran dengan semen serta kerikil muncul di atas permukaan dan pembangunan Proyek Rabat Beton yang menggunakan Dana APBdes/Dana Desa tahun anggaran 2019 menuai kecaman dari warga yang sering melewati jalan tersebut.

Proyek yang berlokasi di desa Polewali Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone yang pas berada di dusun Barakko ini di duga di kerjakan asal-asalan bahkan terkesan dikerjakan asal jadi sehingga jalan Rabat Beton tersebut yang belum lama di kerjakan sudah rusak dan pasir serta kerikil diatas jalan itu berserakan dan di mungkinkan para pengguna jalan jatuh jadi harus berhati-hati karena bisa mengakibatkan kecelakaan lantas.

Kembali lagi Firman Liking menghubungi Kepala desa Polewali melalui pesan Whatsapnya, tapi hanya di buka dan di baca dan tidak ada respon sama sekali, kembali lagi dihubungi melalui sambungan telpon pun tidak ada respon sampai saat ini, jelas Firman

Dan akhirnya Firman Liking dari tim investigasi LMR-RI yang mewakili Laporan dari Masyarakat, akhirnya mengambil keputusan untuk melaporakan dugaan Kasus proyek bermasalah ini ke Kejaksaan Negeri Bone Cabang Kajuara dan Kepala Inspektorat Kabupaten Bone, Ungkap Firman Liking

Dan saya berharap agar dugaan temuan kasus Pembangunan Talud dan Rabat Beton ini di desa Polewali dapat cepat di proses sesuai hukum yang berlaku, apalagi ini instruksi bapak Presiden RI Joko Widodo agar rakyat Indonesia mengawasi penggunaan Dana Desa yang Triliunan ini yang telah dianggarkan ke Seluruh Desa di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat Indonesia, tegas Firman Liking aktivis LMR-RI Komwil Sulsel.

Laporan : Tim Investigasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here