

SPIONASE-NEWS.COM,- TORAJA UTARA – Penutupan Pameran Temporer yang dilaksanakan di Batikta Toraja Karassik Hills selama tiga hari yang dimulai pada hari Kamis (21/08/2025) hingga Sabtu (23/08/2025) dengan dimeriahkan oleh Tarian Pa’gellu Tua, Sabtu (23/08/2025).
Acara Pameran Temporer yang diadakan UPT Museum Pongtiku dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara dengan tema “Batik Toraja sebagai Batik Tertua Nusantara”, menghadirkan peserta Kepala Sekolah dari SDN 3 Rantepao bersama siswa-siswinya.
Adapun para siswa-siswi Sekolah Dasar yang mendapatkan materi dan diskusi yang dibawakan langsung narasumber dari Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Seni Budaya Lestari Indonesia, Lukman US dan Komunitas Seni, Nona dan LP. Parrung tentang tarian Pa’gellu Tua dan Batik asli Toraja.
Penutupan kegiatan Pameran Temporer diawali dengan pengenalan tarian budaya Toraja Pa’gellu tua serta pembekalan materi tentang tiga macam batik Toraja.
Kepala UPTD Museum Pongtiku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Bartholomius Saalino, S.E mengharapkan kepada siswa-siswi yang hadir dalam kegiatan pameran temporer untuk melanjutkan mensosialisasikan disekolahnya masing-masing, Ungkapnya.
Ketua Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Seni Budaya Lestari Indonesia, Lukman US mengatakan, Pihaknya sebagai Fasilitator memberi pelayanan apa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pameran ini, Kami di (Batikta Toraja, Karassik Hills) selama ini buat berbagai kegiatan, termasuk pameran yang dilakukan ditempat ini dalam memberi edukasi benda sejarah dan batik Toraja terhadap siswa-siswi sekolah generasi Gen Z maupun Generasi Milineal, Ujarnya.
Kata Lukman, Materi yang dibawakan ini dalam memberi pemahaman terhadap masyarakat Toraja bahwa Toraja memiliki kekayaan kearifan lokal yang sudah mau punah oleh waktu, Materi yang diberikan saat ini adalah Toraja krisis pewarisan kekayaan kearifan lokal dan Budaya,” Ucapnya.
Lukman juga berharap, dengan adanya kegiatan pameran ini untuk dapat di sosialisasikan potensinya untuk mengangkat kembali warisan budaya Toraja yang mau punah dan proses untuk di lestarikan agar tidak punah dan hilang oleh perkembangan jaman, jelasnya
Kami pamerkan benda sejarah, seperti logam, dan tiga macam batik Toraja yang asli yaitu batik Sarita, batik Maa dan batik Lotong bo’ko dan memberi edukasi kepada siswa-siswi tentang fungsinya.

Manfaat dan perbedaan batik Sarita, Maa dan Lotong bo’ko yang masing-masing punya motif, ukuran dan fungsi dalam acara rambu solo maupun rambu tuka,” Tutup Lukman.
Laporan : Agen 027 Saldi Samara

























