Makassar, Spionase-news – Esensi pendidikan adalah bagaimana memanusiakan manusia. Nampaknya teori humanistik ini akan selamanya berlaku walau periodeisasi zaman silih berganti.
Pendidikan di anggap sebagai wadah paling mujarab dalam merubah tatanan kehidupan bermasyarakat. Prinsip inilah jualah yang sejatinya di anut oleh salah satu tokoh pemuda Sulawesi Selatan bernama Erwin Wijaya S.Pd. Lahir dari keluarga petani tak menjadikannya pesimis dan patah semangat dalam mengejar pendidikan. Setelah menyelesaikan studi strata 1 nya di Universitas Negeri Makassar, dia mencoba peruntungan mendaftarkan diri ikut seleksi penerimaan beasiswa Kemenpora 2017 silam. Alhasil, meski tak begitu yakin akan lulus namun takdir memaksanya tunduk pada keputusan Tuhan.
Namanya berada di urutan 11 dari 30 Mahasiswa baru pascasarjana universitas Hasanuddin yang di nyatakan lulus dalam program beasiswa ini kala itu.
“Setiap apa yang kita lakukan, usahakan selalu ada pelibatan Tuhan di dalamnya. Saya mungkin termasuk orang yang di kutuk Tuhan lulus di program ini. Meski saya tak pernah yakin akan berhasil”. Terangnya.
Erwin wijaya memang di kenal sebagai aktivis. Tercatat pemuda ini pernah menduduki jabatan strategis di dunia kemahasiswaan. Di antaranya Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Menteri Kajian Keilmuan BEM FMIPA UNM, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Indonesia Parepare (PP HIPMI PARE), Ketua HIPMI PARE Komisariat UNM, Ketua Umum Dewan Pengurus Cabang Forum Pemuda Bahari Indonesia (DPC FPBI) Kota Makassar.
Perlu di ketahui beasiswa S2 yang Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membuka pendaftaran beasiswa S2 bagi pemuda berprestasi di seluruh Indonesia. Utamanya para pemuda berprestasi yang aktif dalam organisasi kepemudaan.
“Bagi pemuda-pemudi Indonesia, Silahkan daftarkan diri di program beasiswa S2 Kemenpora 2018. Ini bisa menjadi wadah pengembangan diri kita untuk selanjutnya di masa mendatang kita bersiap menjadi pemimpin masa depan bangsa.” tuturnya sambil mengajak.
Beasiswa S2 Kemenpora ini bekerjasama dengan sembilan perguruan tinggi negeri (PTN) di dalam negeri yang menjadi pilihan tujuan studi beasiswa S2 pemuda berprestasi dari Kemenpora.
Editor : SK

























