SPIONASE-NEWSCOM,- MAKASSAR – Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah akan mencopot atau mengganti Pejabat Wali Kota Makassar Prof Yusran Jusuf.

Prof. Yusran, Pj Walikota Makassar saat pelantikan lalu dan akan dicopot dalam waktu dekat ini

“Insya Allah, sabar saja mudah-mudahan yang terbaik Pilihannya.”Kata Nurdin Abdullah, Rabu, (24/6/2020).

Rencana pergantian Pj Wali Kota, kata Prof. Nurdin Abdullah Jumat, 26 Juni 2020.

Selain itu, Prof. Nurdin Abdullah mengaku telah berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pergantian ini.“Pandemi COVID-19 terus naik.

Kita butuh sinergi betul apalagi Kota Makassar di bawah kendali Provinsi. Kami sudah minta pandangan tentang kondisi Makassar yang kasus covid terus naik.”Jelas Mantan Bupati Banteng ini.

“Peran Pj Wali Kota sangat penting. Makanya saya sudah membuat skenario untuk bagaimana Makassar menyelesaikan persoalan COVID-19 dengan baik.” Tandasnya.

Prof Yusran Jusuf diketahui baru sekitar 40 hari menjabat sebagai Pj Wali Kota Makassar setelah dilantik 13 Mei 2020 lalu menggantikan Iqbal Suhaeb Pj Wali Kota Sebelumnya.

Andi Idham J. Gaffar, SH.MH

Dilain tempat Tokoh Pemuda Sulsel Andi Idham J.Gaffar,SH.MH angkat bicara, semestinya Gubernur Sulsel bukan asal mencomot dan mencopot Pejabat Wali Kota Makassar, apalagi Prof. Yusran ini baru saja menjabat Pj. Wali Kota Makassar, kalau memang ada kinerja yang kurang baik mesti dibicarakan atau diberi arahan untuk diperbaiki, bukan baru dilantik langsung akan dicopot, yang jelas kami di LMR-RI tolak keras! ucap Andi Idham.

Lanjutnya, Apasalahnya Prof Yusran diberi kesempatan dulu untuk membenahi permasalahan yang sangat banyak di Kota Makassar, tidak ada pemimpin yang bisa membalikkan telapak tangannya dalam sekejap bisa membenahi persoalan Makassar yang sangat ruwet saat ini, tegas Advocat muda yang juga ketua LMR-RI Presidium Pusat.

Andi Idham menambahkan, untuk mengcopot Pj. Wali Kota Makassar memang adalah hak preogratif Gubernur tapi kalau gaya kepemimpinan yang kayak begitu, seakan-akan menamfakkan kearoganan, ini akan menjadi preseden buruk di mata masyarakat Kota Makassar dan Sulsel, jadi saran saya, Gubernur Sulsel Prof. H. Nurdin Abdullah pending dululah pencopotan atau pergantian PJ. Wali Kota sekarang ini, mending evaluasi dan bicarakan apa kekurangan atau sektor mana yang harus di perbaiki, utamanya masalah meningkatnya wabah penyebaran covid-19 di Makassar dan Sulsel, Jelas Andi Idham.

Laporan : Agen 009 Bagas PM

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven − six =