SPIONASE-NEWS.COM,- LUWU — Istana Kedatuan Luwu menjadi saksi pertemuan penuh makna. Presidium Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPRL) sowan kepada Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Tuanku Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H. Pada Jum’at (16/01/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. GPPRL datang membawa harapan panjang rakyat Tana Luwu. Mereka meminta restu, doa, dan dukungan atas perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Rombongan dipimpin Ketua Presidium GPPRL, Karemuddin. Ia hadir bersama sekretaris dan jajaran presidium, didampingi tokoh lintas elemen masyarakat.

Turut hadir Ketua PHDI Luwu Utara Ketut Nuyasa, Ketua IKAT Luwu Utara Rahel Rabang, Ketua PGRI Luwu Utara Ismaruddin, Ketua Lutrac Alamsyah, serta tokoh-tokoh lainnya.

Datu Luwu menyambut langsung rombongan. Wajahnya tenang, ucapannya teduh, namun sarat ketegasan sejarah.

Dalam titahnya, Raja Luwu menyampaikan rasa bangga atas perjuangan yang terus digelorakan. Ia mengaku mengikuti setiap gerak dan suara rakyat terkait pemekaran Luwu Raya.

“Menurut saya, ini sudah waktunya,” ucap Datu Luwu. Ia meminta perjuangan dijalankan secara konstitusional, bermartabat, dan tidak melukai siapa pun.

“Bersuara boleh keras, tapi niatnya harus bersih. Jangan biarkan semangat mulia berubah menjadi energi negatif,” pesannya.

Datu Luwu menyerukan persatuan seluruh rakyat Tana Luwu. Dari Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Walenrang–Lamasi, Luwu Utara, hingga Luwu Timur.

Ia bahkan mengajak rakyat datang ke Istana Kedatuan pada 21 Januari mendatang. Untuk menyampaikan niat bersama, dengan satu suara dan satu tujuan.

Pernyataan paling menggugah datang saat Datu Luwu berbicara tentang usia dan waktu. Suasana hening menyelimuti ruangan.

“Saya sudah 70 tahun. Tidak ada jabatan yang saya kejar,” ujarnya lirih namun tegas. “Saya hanya ingin, sebelum saya wafat, Provinsi Luwu Raya ini sudah terbentuk.”

Ucapan itu bukan ambisi. Ia adalah doa seorang raja. Doa untuk keadilan sejarah dan masa depan generasi Luwu.

Ketua Presidium GPPRL, Karemuddin, menyampaikan rasa hormat mendalam atas restu tersebut. Ia menyebut dukungan Datu Luwu sebagai cahaya moral perjuangan rakyat.

“Restu ini bukan sekadar dukungan, tapi amanah sejarah,” kata Karemuddin. “Kami akan terus bergerak secara damai, konstitusional, dan bermartabat.”

Bagi GPPRL, perjuangan Provinsi Luwu Raya adalah ikhtiar panjang. Bukan untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu Tana Luwu di masa depan.

Laporan : Agen 024 Arie Laupa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here