SPIONASE-NEWS.COM,- MAKALE – Dalam rangka menjalani new normal, pemda Tana Toraja melalui dinas Satpol PP dan Damkar bersama Bruno Sallata selaku Camat Rantetayo yang didampingi Daud Duma selaku Lurah Rantetayo meninjau lokasi pasar Rantetayo, Senin (0/8/2020).

Peninjauan tersebut sekaligus mensosialisasikan kepada pelaku atau pengguna lapak agar menata lapak – lapak yang kelihatan kumuh yang ada di pinggir jalan poros serta lapak buatan sendiri di sekeliling bangunan pasar yang baru dibangun.

Bruno Sallata selaku Camat Rantetayo mengatakan bahwa ini kita baru tahap sosialisasi penataan serta penertiban lapak yang kelihatan kumuh dibagian depan sepanjang jalan poros.

“Ini kita sosialisasikan dulu agar pengguna lapak untuk segera menata bagian depan lapak mereka karena rencana kedepan lapak pasar bagian depan yang terletak di pinggir jalan poros akan dipindahkan ke lapak bangunan pasar bagian belakang yang baru selesai dibangun”, ungkap Bruno Sallata.

Lanjutnya, lapak di pinggir jalan yang sudah diperkirakan dibangun 20 tahun lalu itu rencana akan dibongkar untuk digunakan sebagai pelataran parkiran agar kelihatan rapih dari depan serta tidak mengganggu jalur transportasi bagi para pengunjung pasar nantinya.

Sementara, Agustom Tandjung selaku kabid ketentraman dan ketertiban umum dinas satpol PP dan Damkar mengatakan bahwa penataaan serta penertiban akan dilakukan dalam waktu dekat ini dimana bangunan yang kumuh yang terbuat dari tiang bambu di tengah pasar akan dibongkar.

“Agar aktifitas pengaturan masyarakat nantinya di setiap hari pasar tidak kelihatan berkerumun di satu lapak saja saat berbelanja maka dalam waktu dekat ini akan dibongkar bangunan yang terbuat dari bambu serta yang menggunakan tiang bambu”, ucap Agustom Tandjung.

Dan juga nantinya jika sudah dibongkar maka jalan dalam lokasi pasar akan kelihatan luas. Jadi setiap masyarakat yang berbelanja tidak berdesak-desakan, tambahnya.

Saat meninjau sekeliling pasar, juga dijumpai sebuah toilet yang dibangun secara darurat dibagian tengah lokasi pasar dengan dinding yang dari bahan atap seng sehingga membuat pemandangan yang tidak elok dari segi keindahan maupun segi kesehatan warga pasar.

Dikesempatan yang sama juga salah satu warga pasar Rantetayo yang dijumpa di lokasi pasar mengatakan bahwa belum ada toilet umum dalam lokasi pasar sehingga dengan inisiatif sendiri dibuat toliet darurat yang posisinya dibagian di tengah lapak.

Dilokasi pasar Rantetayo juga diketahui jika bagunan lapak dibagian sebelah timur sudah banyak yang digunakan bukan pada peruntukannya untuk tempat menjual tapi malah digunakan sebagai tempat tinggal dari pengguna lapak.

Laporan : Agen Saldi 027

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + 10 =