SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO – Viralnya video yang beredar di Masyarakat Jeneponto tragedi sadis pembunuhan dengan massa yang banyak terjadi di dusun batu Leleng Desa Mallasoro Kecamatan Bangkala kabupaten Jeneponto Provinsi Sulsel, di saksikan oleh anak-anak dan masyarakat desa Mallosoro, Kamis (25/7/2019).

Menurut narasumber yang namanya tidak mau di sebutkan, bahwa kejadian pembunuhan itu terjadi di siang hari ketika masyarakat mendengar keributan di salahsatu rumah warga.

Menurut informan Media Nasional Online Spionase-news.com ini, bahwa tragedi pembunuhan yang tergolong sadis ini, adalah akibat cinta segitiga, dimana keluarga dari perempuan yang lainnya, tidak mau menerima keluarganya di permainkan oleh korban yang bernama Daeng Ence (48), akhirnya terjadilah cekcok yang mengakibatkan penganiayaan massal dan berujung meninggalnya korban di pinggir pantai dusun Batu Lelleng Desa Mallosoro Kabupaten Jeneponto.

Aktivis hukum dan Pengacara LMR-RI Andi Idham J.Gaffar,SH,MH yang coba di konfirmasi atas kasus ini, mengatakan bahwa hal ini sangat disesalkannya karena kasus ini aparat tidak sempat mencegah dan melerai penganiayaan itu, apalagi di depan mata mereka, kan Polisi punya ‘SOP’ untuk mencegahnya, paling tidak mengamankan korban, padahal masyarakat di dusun Lelleng Desa Mallosoro Jeneponto adalah masyarakat yang damai serta sangat sopan santun kepada siapa saja.

Ironisnya lagi tragedi Pembunuhan sadis ini, yang dapat di tonton dalam video yang berdurasi hampir satu menit, terlihat beberapa aparat berbaju kepolisian di tempat yang tidak sempat mencegah para pelaku atau massa untuk melakukan pembunuhan terhadap Daeng Ence, apalagi tidak terdengar tembakan peringatan dari aparat hukum di tempat kejadian perkara terhadap para pelaku itu.

Lanjut Idham, malah pelaku tidak di tangkap dan tetap saja berkeliaran di TKP sambil memotret korban yang telah meninggal di tempat. Setelah sempat terjadi keributan di atas rumahnya, Kapolda harus turun tangan ke Jeneponto atas kasus ini, jangan lagi ada masyarakat yang main hakim sendiri, masyarakat Dusun Leleng Desa Mallosoro yang tadinya pendiam, peramah kok jadi barbarian seperti ini, pasti ada provokator di balik kasus ini. Sehingga warga Leleng mengambil tindakan anarkis. Jelas pengacara yang sangat kritis terhadap kepolisian.

Sejak berita ini di naikkan, media ini masih mencari informasi fakta yang sebenarnya terjadi di tempat kejadian, walaupun beberapa masyarakat masih bungkam atas kasus pembunuhan yang jadi tontonan warga.

Laporan : Agen Sultan Subali (Jnpt)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here