SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO – Untuk mewujudkan daerah bersih dan nyaman bukanlah hal yang mudah, tapi sungguh ironis jika suatu daerah memiliki tagline Bersih dan Gammara tapi tak sesuai kenyataannya
Pasalnya, wilayah di Butta Turatea masih banyak tempat yang belum memiliki fasilitas kebersihan seperti kontainer sampah untuk menampung limbah masyarakat.
Salah satunya, di Lingkungan Palippiri Desa Kalumpang Loe Kecamatan Arungkeke yang berbatasan langsung dengan Lingkungan Bonto Burungeng Desa Camba-camba Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan.
Titik lokasi yang menghubungkan dua Kecamatan itu terlihat sangat kotor karena adanya sampah dari dua sisi jalan hingga bahkan di kolong jembatan.
Ironisnya lagi, jalan tersebut adalah jalan poros Jeneponto-Bantaeng maupun arah sebaliknya menuju Kabupaten Takalar.
Natsir, Salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalan itu mengaku sangat terganggu, apalagi bau karena adanya sampah.
“Setiap hari saya melintas, saya warga Palippiri dan merasa terganggu dengan adanya sampah”, Ungkap Natsir kepada SPIONASE-NEWS.COM. Pada selasa (15/6/2021).
Ia juga mengaku, saat memasuki musim penghujan, sawah warga yang berada di sekitar saluran irigasi akan dipenuhi sampah kiriman dari kolong jembatan tersebut.
“Sampah yang dibuang di jembatan hanyut masuk kesawahnya petani yang berada di sekitar aliran irigasi”. Tambah Natsir
Meski begitu, Natsir sangat mendukung apabila pemerintah terkait segera memberikan solusi demi mewujudkan Jeneponto bersih dan Gammara seperti yang selama ini digaungkan Bupati Jeneponto Drs.H.Iksan Iskandar ketika kampanyenya dulu.
“Saya mendukung pemerintah Jeneponto yang mau mewujudkan Jeneponto bersih dan gammara”. Tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jeneponto Basuki Baharuddin mengatakan, bahwa lokasi tersebut tidak masuk dalam titik pantauan pengambilan.
“Tidak termasuk dalam titik pantau pengambilan” tutur Basuki, Rabu (16/6/2021).
Bahkan ia mendorong pemerintah setempat untuk pengadaan kontainer dan akan melakukan edukasi pengelolaan sampah.
“Sementara kita mendorong pemerintah setempat untuk pengadaan kontainer dan edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat”, lanjutnya lagi
Namun, kegiatan edukasi tersebut belum terjadwal karena menurutnya tergantung permintaan pemerintah setempat.
“Jadwal kegiatan tergantung permintaan pemerintah setempat, lingkungan hidup tenaga edukasi”, Bebernya.
Laporan : Agen 042 Agung


























