SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Bergerak (APB) melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jl. Sultan Alauddin No.259, Gn. Sari, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/03/2020).

Puluhan massa aksi tersebut menutup sebagian badan jalan dan melakukan pembakaran ban bekas sehingga akses jalan yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabubaten Gowa mengalami kemacetan.

Aksi tersebut diwarnai dengan ragam petaka yang bertuliskan tuntutan penolakan dan juga nyayian-nyayian lagu-lagu perjuangan mahasiswa.

Aksi ini juga sempat bersitegang dengan aparat kepolisian saat massa aksi hendak melakukan pembakaran ban bekas.

Ria Mutmainnah Manwar selaku jendral lapangan mengatakan, RUU rancangan keluarga dibangun dengan dasar bahwa keluarga merupakan modal dan titik sentral dalam pembangunan.

“Oleh karena itu, ketika keluarga yang merupakan modal utama pembangunan mengalami kerentanan, diperlukan usaha untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam menghadapi permasalahan dan gangguan dalam menjalankan fungsinya,” tuturnya.

Farda Nur Rahmani sebagai kordinator lapangan menambahkan, Ada 3 poin pasal yang menjadi isu dalam RUU Ketahanan Keluarga, yaitu tertera pada pasal 24 ayat 2 yang menguraikan kewajiban suami isteri untuk saling menghormati.

“Menjaga kehormatan, setia serta memberi bantuan lahir dan batin yang satu kepada yang lain, Pasal 25 ayat 2 yang menekankan persoalan isteri yang hanya mengurusi persoalan domestifikasi dalam rumah tangga dan pasal 33 RUU menekankan keluarga untuk memenuhi kebutuhan serta tempat tinggal yang layak huni,” tegasnya.

Lanjutnya, Dari sekian 3 poin diatas dapat ditarik bahwa RUU Ketahanan Keluarga cacat secara logika karena pemerintah tidak musti mengatur hal yang bersifat privat dimana pasal 24 ayat 2 yang mereduksi peran agama untuk membimbing pembentukan fungsi keluarga yang dinamis, pasal 25 ayat 2 yang condong terhadap deskriminasi gender dan pasal 33 yang kami anggap menghina kelompok tertentu.

“Dan maka dari itu kami dari Aliansi Perempuan Bergerak menolak secara tegas RUU Ketahanan Keluarga dengan beberapa tuntutan sebagai berikut :

1. Menolak RUU Ketahanan Keluarga.

2. Menolak Omnibus Law.

3. Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan.

4. Kesetaraan Gender.

Demikian tuntutan kami, harapan kami kepada pemerintah untuk segera membatalkan RUU yang sifatnya menyudutkan perempuan,” tutupnya tegas.

Laporan : Agen 094 AK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 3 =