SPIONASE-NEWS.COM, – PANGKAJENE KEPULAUAN – Kasi Humas Polres Pangkep AKP Imran, S.H didampingi Kanit PPA Reskrim Polres Pangkep Bripka Hidayat Hasan Basri menyampaikan Press Release dugaan tindak Pidana Persetubuhan anak di bawah umur, di Aula Polres Pangkep, Selasa (30/04/2024).

Kasi Humas AKP Imran, SH dan Kanit PPA Reskrim Bripka Hidayat Hasan Basri Polres Pangkep dalam keterangan Pers

Dugaan Tindak pidana tersebut terjadi di kampung Alekarajae Kelurahan Attasalo Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep, pada sekitar bulan April 2024.

Korban tidak mengetahui persis kapan kejadian persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya karena sudah dilakukan berulang-ulang kali.

Sebagaimana disampaikan Kasi Humas Polres Pangkep AKP Imran, bahwa Dugaan tindak Pidana Persetubuhan Anak di Bawah Umur melanggar pasal 81 ayat 1 ayat 2 dan ayat 3 Jo pasal 76 d undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan menjadi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014.

Dalam keterangan Penyidik Polres Pangkep Press Release kepada awak media bahwa kronologis Persetubuhan tersebut  yang dilakukan oleh ayah tiri berinisial ‘S’ lahir di Alekarajae tanggal 22 November 1982 (umur 41 tahun) suku Bugis agama Islam pendidikan terakhir SD dan tidak tamat sekolah, Pekerjaan Petani, Kewarganegaraan Indonesia, alamat Kalamesue Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep.

Sedangkan korbannya adalah anak tirinya berinisial ‘N’, lahir di Wotu tanggal 10 Juni 2009 (umur 14 tahun) suku Bugis, Agama Islam Pendidikan terakhir SD, tidak tamat, Pekerjaan tidak ada, Kewarganegaraan Indonesia Alamat kampung Alekaraja Kelurahan Attasalo Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep.

Para awak media yang hadir dalam Press Release

Korban menjelaskan bahwa Ia di setubuhi oleh ayah tirinya sudah beberapa kali, sejak masih umur 7 tahun hingga berumur 14 tahun, namun untuk waktunya ia sudah lupa hanya terakhir kali ayah tirinya menyetubuhinya pada sekitar hari Rabu tanggal 3 April 2024 yang bertempat di rumah ayah tirinya yang berada di kampung Alekarajae, Ungkap Korban kepada Penyidik Polres Pangkep.

Kronologisnya adalah ketika korban berada dalam kamar sedang tidur, tiba-tiba ia terbangun karena ayah tirinya mengelus kakinya, lalu ayah tiri mengatakan hussst jangan ribut, kasih ka sebentar saja, yang berarti ayah tirinya mengajak ia (N) untuk bersetubuh, setelah itu ia menjawab pindah kau, sambil menendang dan membentak, namun ayah tirinya tetap memaksanya, dia (S) dengan cara menindih badannya sampai tidak bisa bergerak.

Menurut Penyidik Korban melanjutkan keterangannya bahwa Setelah itu ayah tirinya membuka celananya yang ia pakai sampai terlepas, lalu kemudian mengangkat baju sampai di atas payudara, setelah itu ayah tiri mengangkat sarung yang ia pakai sampai di pinggang lalu kemudian menyetubuhinya dengan cara memasukkan kelaminnya ke dalam vagina (maaf), lalu menggoyang-goyangkan pinggulnya secara naik turun sambil mencium bibir, kemudian meremas kedua payudaranya selalu sekitar 3 menit kemudian tersangka merasakan orgasme dan menumpahkan mani didalam vagina korban.

Setelah itu ayah tirinya mengatakan apakah kamu sudah haid bulan ini, ia (korban) menjawab belum, lalu dijawab kembali oleh ayah tirinya dengan mengatakan kalau kamu terlambat haid bulan ini beritahu saya, nanti saya kasih penggugur, berupa buah nanas muda, lalu ayah tirinya meninggalkannya keluar kamar.

Akibat dari perbuatan bejad ‘S’ selama ini, akhirnya korban ‘N’ sampai saat ini positif hamil dan diperkirakan sudah hamil sekitar 6 minggu 4 hari.

Barang bukti satu pasang piyama atau baju tidur berwarna merah dan bermotif bunga yang digunakan korban anak ‘N’ pada kejadian terakhir tindak pidana persetubuhan.

Menurut keterangan Penyidik, Tersangka terdorong melakukan perbuatan bejadnya karena sering menonton video perempuan seksi di aplikasi Facebook dan You Tube, jelas Kasih Humas AKP Imran, S.H.

Laporan : Agen 083 Bahar Tatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here