SPIONASE-NEWS.COM,- KAB.MALANG – Penggeledahan KPK terhadap 8 kantor dinas di lingkungan Pemkab Malang selama 2 hari ini. Salah satunya adalah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. KPK memburu dokumen proyek mulai tahun 2012 sampai 2017.

Kali ini penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, yang terletak di Jalan Sumedang No. 28 Cepkomulyo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Penyidik tiba dengan menggunakan dua mobil yakni minibus Toyota Innova warna hitam dan Toyota Hiace warna putih.

Dengan pengawalan ketat oleh polisi bersenjata lengkap, penyidik yang tiba di kantor Distanbun tampak langsung memasuki kantor.

Halaman kantor Distanbun kelihatan sepi tidak kendaraan parkir, baik kendaraan dinas maupun tamu, kecuali hanya tampak dua mobil yang dipakai penyidik KPK berada di depan kantor.

Tampak para penyidik KPK mengamati dan bertanya – tanya ke sejumlah pegawai Distanbun. Sementara awak media hanya bisa mengamati penggeledahan oleh penyidik KPK ini di luar ruangan.

Proses penggeledahan dari penyidik KPK ini selesai pukul 12.45 WIB. Penyidik KPK juga terlihat membawa koper merah yang berisi berkas-berkas, diduga terkait dengan kasus gratifikasi yang terjadi di kantor Distanbun.

Dengan pengawalan kepolisian bersenjata lengkap para penyidik langsung keluar area kantor Distanbun Kabupaten Malang.

Sementara itu usai penggeledahan, “KPK datang, untuk mencari dokumen-dokumen kegiatan (proyek). Yang dicari mulai dari tahun 2012 sampai 2017,” ungkap sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Ajunuddin kepada wartawan di kantornya Jalan Sumedang, Kepanjen, Rabu (10/10/2018).

Ditanya dokumen terkait kegiatan (proyek) apa ? Ajunuddin membeberkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut merupakan program peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Malang.

“Proyeknya soal peningkatan kesejahteraan petani atau dikenal Jaring Usaha Tani. Di situ, dinas kami mengerjakan akses atau sarana prasarana yang memudahkan petani dalam menanam hingga masa panen. Seperti membangun jalan,” jelasnya.

Ajunuddin menyampaikan kepada awak media, bahwa dokumen yang dibawa oleh tim KPK selama penggeledahan ada 7, sekalian berupa bendel ada juga yang lembaran. Namun, dirinya mengaku semua kegiatan mulai dari tahun 2012 sampai 2017 dibawa usai penggeledahan.

“Kalau rinciannya berapa tidak menghitung. Yang jelas tadi contoh kegiatan di wilayah A, CV yang mengerjakan siapa, berapa nilai proyeknya sekaligus laporan pekerjaan. Semua diprint,” jelas Ajunuddin.
Dia bersama pegawai lain sempat heran, penyidik KPK sampai menyasar dinas tempat mereka bekerja. Karena hanya dianggap dinas-dinas memiliki alokasi anggaran besar yang diselidiki. “Dibanding dinas PU dan lain-lainnya, kami kecil,” tegas dia.

Dikatakan selama penggeledahan Budiar Anwar selaku kepala dinas tidak ada ditempat, melainkan tengah berada dinas di luar kantor. “Kepala dinas sedang di Batu ada kegiatan,” tandasnya.

Laporan : Agen John (Mlg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here