SPIONASE-NEWS.COM, – MAKASSAR – Dunia pendidikan kembali digegerkan dengan mencuatnya kekerasan yang dialami oleh seorang guru SDI Laikang, Sri Rahmi, S.Pd di Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Provinsi Sulsel, Peristiwa kekerasan tersebut terjadi Selasa (24/09/2019) pukul 19.15 wita.

Guru korban pemukulan Sri Rahmi, S.Pd melapor ke Polisi

Tersangka pelaku kekerasan ternyata orangtua siswa bernama Nur Aida Idrus, tidak terima atas perlakuan yang dialaminya, Sri Rahmi segera mengadukan orangtua siswa tersebut ke pihak kepolisian Polsek Biringkanaya Kota Makassar.

Dari keterangan yang dihimpun Tim Media Online NasionaL Spionase-news.com, kekerasan itu bermula dari hilangnya buku tugas siswa yang kemudian menimbulkan salah paham.

Peristiwa terjadi ketika orangtua siswa yang bernama Nur Aida Idrus mendatangi sekolah dan masuk secara paksa ke ruang kelas 4 dimana para siswa kelas 4 sedang mengikuti olahraga.

Ibu Nur Aida Idrus bersama anaknya kemudian tanpa bertanya menggeledah seluruh barang yang ada di kelas untuk mencari buku anaknya, tanpa terkecuali meja guru dan ruang kelas yang digunakan oleh kelas 4 itu adalah ruang kelas bersama yang dipakai secara bergantian antara kelas 3a dan kelas 4, secara bergantian.

Usai kegiatan olahraga Sri Rahmi bersama siswa kelas 4 kembali ke ruang kelas, situasi mulai memanas ketika ada siswa yang mengeluh kehilangan uang.

Saat itu juga, dugaan mengarah kepada orangtua siswa, Ibu Nur Aida Idrus. Sri Rahmi, S.Pd kemudian memanggil siswa yang bersama ibu Nur Aida Idrus untuk menanyakan terkait hilangnya uang tersebut.

Mendengar hal itu, ibu Nur Aida Idrus tidak terima anaknya diinterogasi dan ketika Sri Rahmi keluar dari kelas, di parkiran ibu Nur Aida Idrus, serta-merta langsung menyerang Guru Sri Rahmi.

Sri Rahmi menjelaskan kronologi : “Tiba-tiba di parkir sekolah dia langsung menyerang saya, memukul dan menarik jilbab saya hingga hampir terjatuh, kejadian memalukan itu disaksikan oleh guru-guru, siswa serta sejumlah orangtua siswa,” Ujar Sri Rahmi.

Dari keterangan beberapa saksi yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa perbuatan Nur Aida Idrus tersebut bukan kasus pertama kali, karena sejak anaknya kelas 1 ibu Nur Aida Idrus sering ajak bertengkar guru, “Malahan anaknya juga pernah di duga mengambil uang temannya, Jadi kami sebagai ibu guru meminta anaknya membuat surat pernyataan dan tidak akan melakukan hal itu lagi.

Memang orang tuanya seakan selalu membela kesalahan anaknya, sehingga anaknya merasa besar kepala dan suka melapor yang tidak-tidak,” ungkap salah seorang guru.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Ibu Nur Aida Idrus justru mengingkari apa yang telah dilakukannya. Bahkan ia mengancam akan melaporkan Sri Rahmi, S.Pd ke Dinas Pendidikan.

Dari peristiwa ini Sri Rahmi telah melaporkan penganiayaannya ke Polisi dan telah dilakukan visum dan menunggu hasilnya.

Semoga peristiwa ini mendapatkan perhatian pihak dinas pendidikan, sehingga dapat melakukan upaya mediasi guna mencegah hal serupa tidak terjadi lagi dalam dunia pendidikan.

Laporan : Agen 011 DN (Mks)

Editor: Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × two =