SPIONASE-NEWS.COM,- ENREKANG – Masyarakat Desa Tungka dan Dusun Galung Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang Provinsi Sulsel mengeluhkan kesulitan beraktifitas, lantaran satu-satunya jembatan yang menghubungkan kedua desa tersebut sampai saat ini belum mendapat perhatian dan diperbaiki oleh pemerintah setempat, Kamis (19/9/2019).

Menurut keterangan warga, ambruknya jembatan dengan panjang 120 meter tersebut terjadi saat banjir bandang yang melanda pada 29 April 2019 lalu.

Selain akses kedua dusun tersebut terhalang, situasi tersebut juga menghambat hubungan masyarakat setempat dengan sejumlah daerah lainnya. Sehingga masyarakat kesulitan untuk berjumpa dengan sanak keluarganya serta terbatas akses untuk beraktifitas menuju lahan dan perkebunan.

Bahkan untuk sampai ke tempat tersebut, orang harus mengambil jalur alternatif yang sangat jauh untuk mencapai desa-desa di sekitar bencana.

Sangat memprihatinkan lagi bahwa sebagian masyarakat terpaksa harus berenang menyusuri sungai atau menggunakan sampan atau perahu sebagai transportasi alternatif dalam aktifitasnya sehari-hari.

Dari penelusuran media ini, sebagian besar masyarakat membangun kehidupan dari hasil bumi, terutama berladang.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda kunjungan dari pemkab Enrekang ke lokasi Bencana.

Masyarakat setempat berharap pemerintah Enrekang dalam hal ini bupati H. Muslimin Bando dan wakilnya Asman, segera turun dan peduli akan robohnya jembatan tersebut, agar Pemkab Enrekang utamanya dinas PU memperhatikan dan merenovasi jembatan tersebut secepatnya.

Pantauan dari media ini, ada sejumlah bangunan dan rumah warga korban gempa yang terjadi beberapa bulan lalu di Enrekang, belum tersentuh oleh pemerintah, yakni di Dusun Tapuan, Desa Tungka. Sejumlah fasilitas umum pun masih dalam kondisi memprihatinkan, seperti Masjid dan fasilitas lainnya.

Namun jika jembatan yang ambruk tersebut belum diperbaiki, akan mempersulit setiap orang yang ingin mencapai wilayah tersebut, termasuk bantuan harus mencari jalur lain yang sangat jauh baru sampai ke tujuan.

Laporan : Agen Syafar Sakarong (Ekg)

Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 3 =