Spionase-News.com-JENEPONTO – Entah apa yang dipikirkan oleh Kapolres Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa, 12 Juni 2018, ini kepada Muhammad Khairil Kuasa Hukum MA yang merupakan Advokat Peradin itu.

Khairil sapaan akrabnya ini diduga bertanya mengenai kasus yang ditanganinya, namun diduga di balas dengan bahasa tak beretika oleh Kapolres Jeneponto, Akbp. Hery Susanto S. Ik. Dalam percakapan mereka, tak tanggung-tanggung diduga melecehkan profesi Advokat ini, dikutip via whatsapp.

“Kayanya anda sangat berkuasa sekali, tapi bermental rendah,” kata Kapolres Jeneponto.

Diberitakan sebelumnya, jika dalam percakapan tersebut Kapolres Jeneponto Akbp. Hery Susanto S.IK, juga mengatakan kepada Muhammad Khairil, kuasa hukum MA.

“Jangan bermental pengecut seperti ini..!!!,” kata Kapolres Jeneponto.

Ditambahkan, kata Khairil terkait kasus dugaan Pungli tersebut pertanyaan kami adalah. Bukti rekaman pernyataan Brigpol Sahabudin yang akan mengembalikan dana tersebut kepada H. Paris, apakah tidak menunjukkan Kesalahan beliau. Jika dana tersebut digunakan sebagai uang jaminan penangguhan penahanan, sampai saat ini kami tidak pernah menerima surat resmi tentang penangguhan penahanan klien kami.

“Bukti setoran ke negara atas dana titipan jaminan penangguhan tersebut, karena penerapan pasal yang dilakukan oleh penyidik mengacu kepada UU35/2014 pasal 80 ayat 1 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal selama 3 tahun, 6 bulan. Maka tentu saja tidak wajib untuk dilakukan tindakan penahanan, apalagi sampai saat ini klien kami masih koperatif serta melaksanakan segala kewajibannya. Sebagai pemimpin, kapolres tersebut diduga telah mengabaikan UU perlindungan saksi serta gagal paham tentang profesi Advokat yang bersifat Officium Nobile,” ujar Khairil.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jeneponto Akbp. Hery Susanto S. Ik membantahkan tudingan pelecehan profesi advokat yang menerpa dirinya itu. Meski dalam percakapan tersebut nampak ia mengatakan “Pengecut”.

“Pernyataan orang yang mengaku advokat itu tidak benar. Saya tidak melecehkan/menghina profesi advokat. Saya hanya menyikapi pribadi dia sendiri. Tanpa pernah menghubungi saya dulu, eh tiba-tiba muncul dengan menyerang saya. Saya minta untuk menunjukkan buktinya, sampai sekarang, tidak ada. Kalau memang terbukti anggota saya salah, saya pasti tindak. Sekali lagi, saya menyayangkan tindakan dia karena mengangkat hal pribadi ini ke ruang publik dan memberitakan sepotong-sepotong,” kata Kapolres Jeneponto via whatsapp, Rabu, 13 Juni 2018.

Kembali, Khairil membeberkan jika whatsapp milik pribadinya kini di blokir oleh Kapolres Jeneponto.

“Dan sekarang justru saya yang diblokir oleh bapak kapolres jeneponto, jadi yang panik, bermental rendah dan pengecut itu sekarang siapa sebenarnya,” bebernya, via whatsapp, Rabu, 13 Juni 2018 pagi ini.

Berikut percakapan antar Kapolres Jeneponto dan Advokat.

Terbitnya bukti percakapan tersebut atas izin kedua belah pihak.

Laporan : Agen 008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here