SPIONASE-NEWS.COM,- MAMAJU – Kepedulian Masyarakat International dan Nasional tak hentinya datang ke Provinsi Sulawesi Barat, Bantuan Kemanusian utamanya bantuan Logistik terus mengalir menuju lokasi Gempa bumi yang terjadi di Kota Majene – Mamuju dan sekitarnya di Sulawesi Barat, Selasa (19/01/2021).

Setelah sukses dalam memenangkan Danny Pomanto dan Hj. Fatma Rusdi (ADAMA)sebagai Walikota dan Wakil Walikota Makassar dalam Pilkada Kota Makassar tanggal 9 Desember 2020 yang lalu, LOIS Community Indonesia yang merupakan Komunitas Penggerak Sosial, Pendidikan dan Keagamaan. Hadir lagi di Bumi Manakarra dengan misi kemanusiaan yaitu LOIS Community peduli bencana alam di Provinsi Sulawesi Barat, termasuk juga sukses menjalan misi kemanusian banjir bandang yang lalu di Kabupaten Luwu Utara beberapa bulan yang lalu.

Menurut Dewi Natalia sebagai owner dan Ketua Umum LOIS Community Indonesia mengatakan bahwa bukan kali ini saja, kami lakukan kepedulian kemanusian, pertama kami lakukan, “Sejak gempa Lombok, Palu, Masamba dan Jenneponto serta bencana didaerah lainnya, LOIS Community selalu mengutamakan gerakan cepat tepat dalam mengumpulkan dana bantuan dan hanya dalam waktu 8 jam kami hadir di Sulbar ini untuk datang memberi bantuan”, Jelas mantan calon Legislatif Kota Makassar ini.

Lanjut Dewi, Saya sebagai Ketua umum ikut prihatin dan turun langsung bersama Tim LOIS Communith dari jauh di Kota Makassar Sulawesi Selatan dengan lewat darat kami ke sini kelokasi bencana dengan misi kemanusiaan.

Kami berangkat pada hari Minggu tanggal (17/01/2021) dan tiba senin tanggal (18/01/2021) dan langsung terjun sendiri bersama rekan-rekan relawan LOIS membawa logistik, dan membagikan langsung kepada warga Majene dan Mamuju”, Ungkapnya.

Dewi menambahkan bahwa Sepanjang jalan Kabupaten Majene yang lagi viral di medsos banyaknya penjarahan bagi bantuan bencana yang datang, itu hanyalah berita hoax, saya bersama tim lewat disana Majene aman-aman saja, malahan Tim Kemanusian LOIS turun dipengungsian Malunda dan Tappallang memberi bantuan pada pengungsi, jika ingin membantu jangan setengah-setengah, mereka jangan dilalui begitu saja, kan kasihan, masa semua bantuan terfokus di kota Mamuju sambil tersenyum, kan di Majene juga cukup banyak yang belum kena imbasnya bantuan korban gempa ini, Ungkapan Dewi lagi dan kemudian melanjutkan perjalan ke kota Mamuju.

Meskipun di perjalanan kami mengalami kendala karena akses jalan di Onang Utara Sendana terjadi longsor batu besar, jadi kami bersama tim mesti menunggu sekitar kurang lebih 4 jam, Barulah batu besar bisa dipindahkan oleh warga dan kami baru bisa melewati jalan itu. Namun di dekat jembatan Bolong juga kami terhambat karena terjadi longsor lagi, Jelasnya

Tiba dikota Mamuju kami bersama tim membuat posko logistik LOIS Community, Jadi sejak tiba sampai jam 12 malam kami menerima warga untuk mengambil logistik yang diperlukan, Baik berupa sembako, obat-obatan dan keperluan bayi serta kebutuhan lainnya.

Di Mamuju sebenarnya tidak seperti yang video-video beredar yang membuat resah. Gempa ini terjadi tidak separah Lombok dan palu, hanya bangunan-bangunan tertentu saja yang hancur, banyaknya pengungsi bukan berarti rumah mereka hancur namun karena mereka trauma dan khawatir terjadi gempa susulan dan isue Tsunami, Untuk amannya mereka lebih baik tinggal di tenda-tenda yang jauh dari bangunan, begitu kata warga disini Mamuju.

Saya sebagai Ketua sangat bersyukur, bisa bertemu dengan tim-tim relawan dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada saudara-saudaranya yang terkena bencana.

Menurutnya dengan memberi masukan kepada tim relawan lainnya yang mau ke Sulawesi Barat jika akan membawa bantuan logistik atau bantuan apapun, agar langsung menyentuh pengungsi yang tidak pernah dijamah bantuan pemerintah. Jangan bantuan di serahkan langsung diposko induk, yang mengakibatkan bantuan itu menumpuk dan mubazir saja karena lambat tersalurkan, Jelas Dewi sebagai Ketua Umum LOIS Community Indonesia.

Laporan : Agen 011 DN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here