SPIONASE-NEWS.COM ENREKANG – Kapolres Enrekang, AKBP. Ibrahim Aji S. Ik mengungkapkan bahwa dugaan kasus Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Bolang bahwa pihaknya masih terus melakukan penyidikan (19/08/2018)

Dikonfirmasi via whatssappnya AKBP Ibrahim Aji S. Ik mengakui bahwa Kasatreskrim. Abd. Haris Nicolaus S. Sos sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, bukti-bukti dan diduga tersangka di butuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Sampai hari ini, Kasatreskrim Abd. Haris Nicolaus tetap melakukan proses penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, namun ini memakan waktu yang tidak sebentar karena menyangkut anggaran pemerintah dari pusat “kata AKBP Ibrahim Aji S. Ik

Selanjutnya Kasatreskrim Abd. Haris Nicolaus menambahkan bahwa kasus ini harus di telaah lebih dalam dan untuk proses tingkat lanjut itu bukan melalui Polres Enrekang akan tetapi di Mapolda Sulsel. “Jadi kasus ini memang harus kita telaah dan melakukan pemeriksaan kepada semua yang terlibat, penyidikan secara detail dan terinci akan tetapi untuk proses lanjutnya itu berada di Tipikor Polda Sulsel. “ungkap Abd. Haris Nicolaus S. Sos pada media ini

AKBP. Ibrahim Aji S. Ik menambahkan bahwa mereka dalam menangani kasus ini tidak gegabah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Dalam menangani kasus ini kami tidak gegabah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah Kab. Enrekang serta yang terkait dengan kasus ini, apa lagi kan sudah ada tersangkanya. “tutup Kapolres Enrekang AKBP. Ibrahim Aji S. Ik

Sementara dilain tempat, wartawan media ini sempat menghubungi Ketua FAKAR Sulsel, Armin dan Ketua bidang Advokasi dan Investigasi, Muh.Rijal untuk di konfirmasi ulang tentang Kasus dana ADD desa Bolang Kecamatan Alla’ Kabupaten Enrekang yang membuat ‘heboh masyarakat Massenrempulu’, tapi kedua aktivis muda ini masih sulit dihubungi hingga berita ini dinaikkan.

Laporan : Agen 088 UQ / Mansyar Mayang (Mks)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =