

SPIONASE-NEWS.COM,- ENREKANG — Pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah dan lembaga legislatif dituntut untuk terus bekerja, menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, serta memastikan kebutuhan masyarakat mendapatkan perhatian serius.
Hal tersebut menjadi sorotan Bahar alias Baba Banti selaku salah satu tokoh pemuda Desa Banti, Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, menurutnya bahwa pembangunan tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, serta pemerataan pelayanan publik. Rabu (21/10/2026).
“Daerah membutuhkan pembangunan, masyarakat membutuhkan peningkatan kesejahteraan. Pemerintah dan DPR tidak boleh diam. Keduanya harus terus bergerak, mendengar aspirasi masyarakat, dan menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” ungkap Bahar alias Baba Banti.
Ia menegaskan, pembangunan yang baik harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Setiap program dan kebijakan perlu dirancang berdasarkan skala prioritas, kemampuan anggaran, serta manfaat jangka panjang agar hasilnya dapat dirasakan secara merata.
Bahar juga menilai bahwa pemerintah dan DPRD memiliki peran strategis yang saling berkaitan. Pemerintah bertanggung jawab menjalankan program pembangunan, sementara DPR menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Sinergi keduanya perlu diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan. Persoalan infrastruktur, kebutuhan dasar, pemberdayaan ekonomi, hingga terbatasnya kesempatan kerja perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak cukup diukur dari banyaknya program yang direncanakan atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Hal terpenting adalah sejauh mana program tersebut memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
“Jabatan dan kewenangan harus dimaknai sebagai amanah untuk melayani. Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga kerja nyata, keberpihakan yang adil, dan hasil pembangunan yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Bahar berharap Desa Banti dengan populasi jumlah penduduk sekitar 1.974 jiwa dapat bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan daan memperkuat komunikasi, membuka ruang partisipasi publik, serta membangun budaya evaluasi yang objektif. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Bahar alias Baba Banti kemajuan Desa Banti Kabupaten Enrekang bukan hanya tentang seberapa jauh pembangunan berjalan, melainkan juga tentang seberapa besar perubahan positif yang dirasakan masyarakatnya.
Laporan Agen : 014 MWR
























