SPIONASE-NEWS.COM,- PANGKAJENE KEPULAUAN – Sebagai upaya peningkatan ekonomi dan kemandirian warga Desa Bara Batu tepatnya di Dusun Kalamesue, Desa Bata Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) MADU JAYA, yang merupakan kelompok binaan dari Dinas Pertanian kabupaten Pangkep.

Pembentukan kelompok tersebut sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan di level terbawah yakni pedesaan. Selasa (27/12/2022).

Menurut Kepala Desa Bara Batu, Haris, S.I.Kom Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian, seperti menjadi bagian dari motivator dalam adopsi dan pengenalan teknologi tani.

Kata Haris, peran ganda wanita tani ini sangat strategis dalam peningkatan produktivitas usaha tani dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga petani di pedesaan.

Dalam penyampaiannya Rusdi selaku kepala dusun Kalamesue, “Kami mengajak ibu-ibu warga Dusun Kalamesue melalui kelompok wanita tani agar aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayur mayur dan buah buahan.

Oleh Rusdi ditambahkan, selain menambah kekompakan dan kebersamaan warga, hasil dari tanaman sayur mayur dan buah buahan nantinya dapat dinikmati secara mandiri dan secara tidak lansung dapat meningkatkan perekonomian warga,” ucapnya.

Sedangkan Pembina Fungsional Kabupaten Pangkep Ir. H. Ahmad Pramuda, M.P, mengatakan sebagaimana beberapa hasil penelitian yang menyimpulkan beberapa hal, yaitu: Wanita tani berpeluang dan mampu berperan sebagai mitra kerja penyuluh dalam proses alih teknologi pertanian di pedesaan.

Lanjut H. Ahmad, meningkatnya peran dan produktivas wanita tani sebagai pengurus rumah tangga dan tenaga kerja pencari nafkah (tambahan maupun utama), juga berhubungan erat dengan perannya sebagai pelaku usaha dalam upaya peningkatan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, menuju pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan rumah tangga.

Diungkap H. Ahmad, pembinaan wanita tani perlu ditingkatkan dan diberdayakan sebagai receiving system untuk mempercepat proses penyerapan teknologi oleh wanita tani.

Ditambahkan H. Ahmad, perlu strategi perlindungan terhadap tenaga kerja wanita, meningkatkan efektivitas penyuluhan dan pelatihan, perbaikan regulasi, fasilitas, upah, dan kesempatan kerja agar berimbang antarjender, sebagai insentif dan keberpihakan terhadap wanita tani di pedesaan.

Laporan : Agen Hamzapkp713

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here