SPIONASE-NEWS.COM,- PANGKAJENE KEPULAUAN – Pasar Tumpah Matojeng Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkajene dan kepulauan yang terkena jalur rel kereta api Makassar Parepare, yang semula dipindah sementara ke lokasi sekitar 100 meter dari tempatnya semula, untuk bulan Ramadan tahun ini dapat solusi akan segera dipindah ke tempat penggantian yang sesungguhnya.

Dibukanya pasar di Jalan Pramuka Minasatene Kabupaten Pangkep ini adalah inisiatif dari pihak Kelurahan di dukung oleh RK dan RT Babinsa dan bhabinkamtibmas.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Lurah Minasatene dengan didampingi oleh para staf, aparat dan perangkat terkait di Kantornya, Selasa (14/03/2023).
Hadir dalam wawancara dengan media Lurah Minasatene Adnan hari, S.Sos, MM, Kasi Trantib Abdullah Idris, ketua RK 2 Matojeng Abdul Kadir (Pade), Ketua LPM Agussalim.
Dijelaskan oleh lurah Minasatene Adnan Hari, S.Sos, MM saat ini pasar tumpah Ramadan Matojeng dipindahkan ke lokasi yang sudah dibebaskan oleh Pemda mengingat tempat sebelumnya sempit dan tidak layak serta membuat kemacetan. Pihaknya sudah melakukan kerja bakti selama 3 hari sampai sekarang.
Lebih lanju Lurah Adnan menjelaskan bahwa kemarin kita sedah manggil dan sampaikan kepada para pedagang, kita siapkan lapangan untuk tempat berjualan.

Jadi nanti lokasi di sana kita akan atur ada tempat menjual sayur menjual ikan takjil dan lain sebagainya yang jelas tidak ada yang menjual di bahu Jalan semua harus di dalam hingga tidak mengganggu arus lalu lintas,
karena setiap tahun pasar tumpah ini mengganggu pengguna jalan, jelas Adnan lagi.
Kata Adnan, jadi kita arahkan kepada para pedagang ini untuk menempati lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemda.
Adnan berharap kedepannya Pemda segera membuat bangunan permanen untuk para pedagang sebagaimana para penjual berharap agar segera pemerintah daerah merealisasikan membangun lapak untuk para penjual.
Tambah Adnan sampai hari ini sudah ratusan para penjual yang mendaftar mereka antusias dengan adanya tempat yang begitu luas yang terjangkau.
Menurut Adnan adapun tarifnya tidak dipungut biaya karena ini hanya pasar Ramadan tapi akan berlanjut nanti pasar setiap minggu atau Pasar Wage yang perkembangannya nanti kita sesuaikan sebagaimana nanti berjalan sebagaimana air mengalir.
Para pedagang nantinya tidak dibatasi hanya untuk warga Minasatene ini tapi untuk seluruh para pedagang dari luar yang ada di sekitar Minasatene ini, tutupnya.
Laporan : Agen Hamzapkp713

























