Spionase-News. Com Pangkep – Suasana Hotel Grand Palce yang terletak di Jln. Tentara Pelajar, Makassar berubah riuh setelah kedatangan Camat Liukang Tupabbiring, H. Paharuddin yang bermaksud mengikuti Sosialisasi Survei Seismik 3D Lepas Pantai Makassar Selatan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/6/2018) sekira Pukul (16.00 Wita).

Kehadiran camat tersebut ditanggapi dingin oleh Kepala Desa (Kades) Mattaro Adae, Abd Rahman, namun H. Paharuddin malah membentak kades itu. Tak terima atas perlakuan camatnya sehingga nyaris menimbulkan bentrok fisik antara mereka.

“Saya Duduk bersama Pak Kahar” (Kades Mattiro Dolangeng-red), Kemudian Pak Camat bilang “apa nujanjang” (apa kau lihat-red)

“Pak Camat sempat meninju saya tapi tidak sampai, secara spontan saya pun turut membalas tapi juga tidak mengenahinya, kemudian kami saling tendang,” ungkap Abd Rahman sambil memperagakan insiden tersebut.

“Pernahko bedeng menghadap di Pak Ketua (Ketua DPRD Pangkep), porenu ngaseng, baru kau yang koordinirki,” kata camat yang ditirukan Abd Rahman tambahnya.

Ini adalah buntut aduan ketujuh Kepala Desa di Kecamatan Liukang Tupabbiring ke Ketua DPRD Pangkep, Andi Ilham Zainuddin belum lama ini.

Mereka menolak program pemerintah kecamatan yang dikelolah langsung oleh camat, dan bermasud meminta Pemerintah Daerah untuk mengganti camat Liukang Tupabbiring, karena dianggap Pemerintahan di Kecamatan tersebut sudah tidak sehat, dan cenderung menyusahkan serta memberatkan para Kades.

“7 Proram camat, diantaranya PHBN (Perayaan Hari Besar Nasional), PHBI (Perayaan Hari Besar Islam), Kegiatan PKK, Pelatihan Perangkat Desa dan BPD, dimana Camat yang mengelola kegiatan tersebut, kami hanya setor biaya-biaya tersebut,” kata Kades Mattiro Ujung, Hasan.

Tidak hanya sampai di situ, mereka juga mengeluhkan sikap camatnya yang dinilai kurang beretika dan cenderung kasar jika berkomunikasi dengan para kadesnya di tempat umum, secara tidak langsung telah menjatuhkan kehormatan para Kepala Desa. Selain itu, mereka juga mengaku dibebani biaya sewa Kantor Perwakilan Camat Liukang Tupabbiring, dengan rata-rata Rp. 1.5 Juta/desa.

“Ini adalah persoalan antara atasan dan bawahan, masalah pekerjaan sehari-hari. Ada Miskomunikasi, maksudnya begini, Ada salah seorang desa yang penyampaiannya tidak sesuai dengan kenyataan, makanya saya konfirmasi gitu kan, tapi sudah clear. Kalau sempat berdebat adu mulut, iya okelah, tapi tidak ada adu jotos,” kata Camat Liukang

Laporan : Emil 077

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here