Spionase_news.com – Perhatian Pemerintah Kabupatrn Luwu Utara terhadap pegembangan objek wisata sepertinya masih kurang.

Kenyataannya, tidak banyak objek wisata di tahun 2017 yang dilengkapi dengan infrastruktur yang mumpun padahal ada banyak lokasi yang berpotensi dijadikan sebagai tempat parawisata.

Pemerhati parawisata luwu utara, Fim Mattangaran mengatakan, sejak terbentuk 18 tahun yang lalu, industri parawisata di Luwu Utara belum memperlihatkan hasil yang sangat sifnifikan, padahal Luwu Utara bagaikan surga parawisata yang terpendam dan butuh perhatian pemerintah daerah.

” Luwu Utara kaya akan tempat wisata yang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah. Coba bayangkan, keindahan pegunungan, daratan, sungai dan lautan belum terekspose dengan baik,” ungkap Fim, kepada Spionase-news.com, Jumat (29/9/2017).

Lanjut dia, bahwa hingga saat ini, terdapat 38 objek wisata dari 12 kecamatan yang siap di promosikan. Namun, baru objek wisata Air Panas Pincara yang memiliki master plan dan kini menunggu bantuan anggaran dari pusat untuk pengembangannya. Selain itu, ada beberapa objek wisata yang dikelola sendiri oleh warga melalui Bumdes. Lalu bagaimana dengan objek wisata lainnya ?,” tutur Fim

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Luwu Utara, F.P Patuang mengatakan dalam rapat pembahasan anggaran perubahan tahun ini untuk pertama kalinya Disbud Lutra mengajukan usulan DAK fisik di sektor pariwisata. Untuk itu, mohon doanya semoga usulan bisa diterima.

Menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lutra melalui bidang Pariwisata, Pemda menargetkan 207 juta kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di tahun 2017.

“Semoga kedepannya Luwu Utara segera berbenah diri di sektor pariwisata karena disektor ini menjanjikan hasil yang luar biasa untuk kesejahteraan masyarakat,” tungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here