SPIONASE-NEWS.COM,- KUTACANE – Tragedi pembakaran rumah wartawan harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara yang terjadi pada 30 Juli 2019 di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, belum juga terungkap.

Lambannya, penanganan kasus ini membuat korban menjadi was-was dan meminta Kapolda Aceh mengevaluasi kinerja penyelidik Polres Aceh Tenggara, Kamis (25/6/2020).

Bahkan, Korban meminta kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada M Fhill segera menyurati PT Telkomsel guna membuka SMS dan percakapan.”Harus dibuka sms dan percakapan seminggu sebelum dieksekusi dibakar dan setelah seminggu pasca rumah dibakar.

Kita menduga pelaku pasti orang suruhan yang akan mendapat perintah lewat sms maupun telepon yang memiliki perencanaan pembunuhan sekeluarga, makanya saya minta Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada M Fhill segera surati PT Telkomsel di Medan,”Ujar Asnawi Luwi, korban rumah dibakar kepada wartawan.

Menurut dia, kasus pembakaran rumahnya sudah mencapai setahun, tapi kasus tersebut tidak ada peningkatan, padahal alat bukti sudah menunjukkan kalau rumah dibakar dan keterangan dari hasil Labfor Mabes Polri Cabang Medan kasus tersebut sudah layak ditingkatkan ke penyelidikan.

Namun, perkara pembakaran rumah wartawan harian Serambi indonesia di Aceh Tenggara jalan ditempat dan tidak ada keseriusan untuk menuntaskan kasus tersebut dan ini menjadi atensi Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk mengevaluasi kinerja dalam menuntaskan kasus yang berskala nasional dan viral di medsos khususnya di kalangan wartawan.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Komisi III DPR RI, M Nasir Djamil dan Nazaruddin alias Dek Gam agar melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terhadap penyidik Polres Aceh Tenggara terkait lambannya kasus pembakaran rumah wartawan harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara dituntaskan.

Laporan : Agen Mti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + twelve =