SPIONASE-NEWS.COM,- TORAJA UTARA – Sabtu 27 pebruari 2021 lalu adalah hari yang sangat berkesan bagi Indo’ Tandi bersama putera semata wayangnya, karena tiba-tiba rumahnya mendapat kunjungan kasih dari wanita-wanita tangguh yang tergabung dalam kelompok “SIMBOLONG MANIK TORAJA UTARA”, Kamis (03/03/2021).

Saat memberikan keterangan persnya belum lama ini, Ketua Simbolong Manik menjelaskan bahwa dia datang bersama beberapa anggota “SM” untuk bertemu serta melihat langsung kondisi dari Indo’ Tandi. “Memang perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan tambah lagi harus melewati jembatan rusak dan medan yang kalau tidak hati hati kami bisa jatuh tapi ini semua tidak menyurutkan semangat kami bertemu dan berbagi kasih dengan Indo’ Tandi, tutur Ida sapaan Alfrida Kaissi yang juga ketua SM ”.

Indo’ Tandi adalah warga dusun Kalo’ Lembang Talimbangan Kecamatan Buntupepasan Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami cacat sejak lahir pada bagian mulutnya dan saat ini tinggal bersama anak laki lakinya yang sejak lahir belum pernah bertemu ayahnya karena pergi Merantau sejak Tandi masih di dalam kandungan.

Indo Tandi bersama anak semata wayangnya Tandi

Mereka berdua mendiami rumah peninggalan orang tua Indo’ Tandi yang sudah sangat rapuh dan ikut bergoyang pada saat terjadi hujan angin kencang, ditambah lagi tidak adanya aliran listrik sehingga saat malam tiba dan hujan keras kami tidur di kandang babi cerita Indo’ Tandi.

Kisah Indo’ Tandi ini sangat miris karena terkadang untuk makan pun harus mencari buah Tamarilla untuk direbus atau meminta ke tetangga terdekat.

Susana yang hening menyesakkan dada saat mendengarkan cerita Indo’ Tandi (Ibunya Tandi) dan tanpa terasa air mata kami pun menetes berlinang, ungkap Ida.

Diakhir pertemuannya tak lupa Simbolong Manik menyerahkan ungkapan kasih kepada Indo’ Tandi hasil dari sumbangan dana dari beberapa donatur yang kami berupaya kumpulkan berupa uang, sembako, perlengkapan masak, pakaian dan sepatu sekolah juga teriring ungkapan terimakasih dari Indo’ Tandi yang disertai tangis haru sambil melepas kepulangan kami Simbolong Manik ke Kota Rantepao. Jelas Alfrida Kaissi.

Dalam Wawancaranya perjalanan kemanusian Komunitas Simbolong Manik ini, Alfrida Kaissi menyampaikan bahwa akhirnya rasa capek ini hilang seketika disaat bisa bersenda gurau dan bercerita dengan Indo’ Tandi, mengingat perjalanan yang begitu jauh masuk ke pelosok dusun, sambil menutup pembicaraan ini, kami sampaikan bahwa Indo’ Tandi kamu tidak sendiri karena ada Tuhan selalu menjagamu serta masih banyak perempuan Toraja yang mendoakanmu juga turut merasakan apa yang Indo’ Tandi rasakan dan alami…..!

Laporan : Agen Saldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here