SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO – Puluhan warga berkumpul di Dusun Bangkeng Ta’bing, Desa Garing, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Minggu (9/1/2022).

Puluhan warga tersebut berkumpul dan membentang spanduk dengan maksud meminta tolong kepada orang nomor satu di Indonesia, presiden Jokowi.
Spanduk tersebut bertulis “Pak Jokowi, Tolong.. Lahan kami belum dibayar”. Mereka menuntut, agar lahan yang kini dijadikan bendungan di Wilayah Karalloe Kabupaten Gowa agar segera dibayarkan sesuai SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang)

“Saya minta pak keadilan,dibayar sesuai dengan SPPT, berapa permeter”. Ujar Hj Suri dihadapan awak media.
Ia mengaku, bahwa pihak terkait, yakni Pompengan Kabupaten Gowa tidak pernah melakukan musyawarah dan langsung menetapkan harga tanpa persetujuan si pemilik tanah.
“Langsung ditetapkan, tanpa ada musyawarah”. Ucapnya
Saat ditemui di kediamannya, Hj Suri sempat menangis lantaran tanah yang ia garap selama 6 tahun itu belum menemui titik terang. Bahkan, ia khawatir akan masa depan anak-cucunya nanti.
“Bagaimanami kehidupannya anak-anakku nanti, cucu-cucuku”. Ucap Hj Suri sambil mengusap air mata
Di lokasi yang sama, Husain Sitaba yang juga merupakan korban dugaan mafia tanah menuntut pihak Balai Besar Pompengan Jeneberang agar lahannya segera diselesaikan.

“Saya menuntut harga di tahun 2021, bukan lagi penetapan harga di tahun 2016”. Ujarnya
Sementara itu, H sunu warga Kabupaten Jeneponto yang turut hadir dalam aksi itu, dirinya menduga bahwa pihak Pompengan bermain harga alias mengambil keuntungan diatas penderitaan warga.
“Lahanku juga belum dibayarkan, Saya punya bukti sertifikat. Tidak mau terus terang, berapa harga harganya, kadang berubah-berubah harga yang kasihki,” tutur H Sunu sambil menunjukkan sertifikat tanahnya
Kini, puluhan warga yang menjadi korban dugaan mafia tanah itu berharap, agar Presiden Jokowi bisa melihat dan melakukan tindakan terhadap apa yang mereka harapkan.
Laporan : Agen 042 Agung

























