SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR — Upaya penanganan gizi buruk dan pencegahan stunting di Indonesia terus diperkuat melalui sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat dan responsif. Selasa (22/04/2025).

Menyadari pentingnya hal ini, UNICEF dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pencatatan dan Pelaporan Balita Gizi Buruk serta Pencegahan Stunting melalui 3 Pesan Kunci, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga pelaksana gizi buruk, serta mendukung perubahan perilaku dalam pencegahan stunting melalui pesan-pesan kunci.
Kegiatan ini juga mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi Sigizi Kesga, khususnya modul Pelita Kesmas, sebagai alat pemantauan kasus gizi buruk di Puskesmas.
Nutrition Officer UNICEF dalam sambutannya menegaskan,
“ Kegiatan hari ini kita fokus bagaimana mencatat dan melaporkan anak yang gizi kurang dan gizi buruk, yang ada di bagian aplikasi Sigizi Kesga, mulai dari rujukan, penanganan serta perawatan, selain itu kami juga ada program stunting dengan pesan-pesan kunci yang kami ringkas dalam satu sesi diakhir”
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Bapak dr. H. Ahmad Asy’arie menambahkan, “Pendekatan pengelolaan gizi buruk terintegrasi sangat penting, aplikasi Sigizi Kesga juga penting, namun bukan hanya sistem, kunci dari keberhasilan program ini adalah keterlibatan masyarakat utamanya kader Posyandu, khususnya sejak masa kehamilan hingga anak usia 2 tahun.
Melalui kegiatan ini kami sangat berharap peningkatan kompetensi teman-teman sehingga pelaksanaan di Puskesmas lebih maksimal, bukan hanya output yang bisa tercapai tapi outcomenya juga bisa naik,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Makassar, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) dari seluruh Puskesmas di Kota Makassar, UNICEF, dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia.
Salah satu sorotan kegiatan adalah optimalisasi Aplikasi Sigizi Terpadu, khususnya modul Pelitas Kesmas sebagai alat bantu pencatatan dan pelaporan layanan kasus gizi buruk.
Modul ini memungkinkan TPG di Puskesmas dan rumah sakit melaporkan status gizi balita secara online, serta memonitor cakupan pelayanan, baik rawat jalan maupun rawat inap, sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Tatalaksanan Gizi Buruk pada Balita.
Tak hanya aspek teknis pelaporan, kegiatan ini juga memberi penguatan pemahaman tentang tiga pesan kunci pencegahan stunting kepada peserta sebagai bentuk penguatan program pencegahan stunting.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan menjadi model replikasi bagi kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
Lebih jauh, pasca kegiatan, setiap Tim Asuhan Gizi di Puskesmas diharapkan aktif menerapkan SOP penanganan gizi buruk dan melakukan edukasi kepada masyarakat di tingkat Posyandu.
Selain itu, juga, Penguatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas dan selanjutnya kader posyandu dalam pencegahan dengan 3 Pesan Kunci Pencegahan Stunting Melalui Pendekatan Komunikasi Perubahan Perilaku.
Laporan : Agen 089 M.Rijal






















