Mr. Jale Brontak

SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO — Di tengah kesibukan berorganisasi dan dinamika masyarakat, Ketua LMR-RI Komda Jeneponto, Mr. Jale Brontak, terlihat merenung mendalam. Momen ini menjadi potret seseorang yang tidak hanya bergerak, tetapi berpikir untuk mencari solusi terbaik. Rabu (12/08/2026).

Dalam suasana yang tenang, Mr.Jale Brontak tampak duduk sambil merenungkan berbagai urusan dunia, khususnya terkait bagaimana cara memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Baginya, setiap persoalan harus didekati dengan kepala dingin, hati yang bijak, dan langkah yang terukur.

Kadang kita harus duduk, merenung, tafakkur dan mendengarkan hati. Karena untuk memecahkan masalah, kita butuh ketenangan jiwa dan kejernihan berpikir. Jangan sampai keputusan yang akan kita ambil justru menambah masalah baru,” ungkap Me.Jale Brontak kepada media ini.

Sebagai Ketua lembaga terbesar di Indonesia dan lembaga tertua yang lahir tahun 1931 sebelum negara ini lahir, LMR-RI adalah lembaga bantuan hukum tertua, dan dengan kehadiran LMR-RI Komda Jeneponto yang di nahkodai Mr.Jale Brontak memang dikenal sebagai sosok yang aktif turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi yang terjadi, bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda, hingga aparat.

Namun di sisi lain, ia juga percaya bahwa perenungan dan evaluasi diri adalah bagian penting dari kepemimpinan yang berani mengoreksi diri sendiri.

Ia menegaskan bahwa kami hadir bukan untuk membuat kegaduhan, melainkan untuk menjadi jembatan solusi menyelesaikan masalah, Setiap masalah sosial, hukum, maupun kemasyarakatan harus diselesaikan dengan cara-cara yang konstitusional, beradab, dan mengedepankan musyawarah.

“Organisasi ini LMR-RI ( Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia ) adalah rumah besar, bagaikan rumah gadang yang dipenuhi semak belukar. Tugas kita adalah menjaga rumah ini agar tetap bersih, tetap kokoh dengan cara membantu menyelesaikan permasalahaj rakyat, bukan menciptakan masalah. Karena itu, sebelum melangkah, kita harus renungkan dulu, di timbang dulu, baru bertindak,” tegas aktivis  bumi Turatea ini.

Mr Jale Brontak juga mengatakan agar tetap menjaga integritas, dan tidak mudah terpancing emosi, serta selalu mengedepankan dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Mari kita selesaikan masalah dengan cara yang mencerahkan, bukan dengan cara yang mengeruhkan,” tutupnya kepada media ini.

Sesuai Motto LMR-RI : “Untuk Negara dan Masyarakat, Bantuan Hukum Diluar dan Didalam Pengadilan”.

Laporan : Agen 041 Nasir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here