SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Isu bahwa dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Panakkukang 2 berhenti beroperasi karena anggaran ditekan hanya Rp6.500 per porsi dipastikan tidak benar.

Koordinator Wilayah Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kota Makassar, Abdillah Sattari, menegaskan kabar tersebut hanyalah kesalahpahaman. Ia menegaskan, sejak awal tidak pernah ada pagu Rp6.500 sebagaimana ramai diberitakan.

“Itu tidak benar. Tidak ada ketentuan Rp6.500 per porsi. Dapur MBG tetap menyajikan menu lengkap dan bergizi sesuai standar. Penutupan dapur Panakkukang 2 bukan karena biaya, melainkan karena mitra pengelola tidak memenuhi SOP yang sudah ditetapkan,” jelas Abdillah, dikutip dari KabarMakassar.com, Kamis (02/10/2025).

Abdillah menjelaskan persoalan utama yang menjadi alasan penutupan adalah ketidakpatuhan mitra terhadap standar operasional, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dapur, penyimpanan bahan makanan, hingga pengelolaan limbah.

Hal serupa ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Solemenan, yang turut dimintai tanggapan. Menurutnya, penutupan dapur MBG Panakkukang 2 sama sekali tidak berkaitan dengan anggaran per porsi makanan.

“Faktor biaya bukan penyebabnya. Yang jadi masalah adalah standar kelayakan dapur yang tidak terpenuhi. Semua dapur MBG wajib memenuhi syarat teknis sesuai aturan Badan Gizi Nasional (BGN). Kalau syarat itu sudah dipenuhi, dapur bisa kembali beroperasi,” kata Achi.

Dengan penjelasan ini, isu mengenai pagu anggaran Rp6.500 per porsi dipastikan tidak benar dan menyesatkan. Faktanya, penutupan dapur MBG Panakkukang 2 murni disebabkan oleh persoalan teknis, khususnya sanitasi dan operasional.

Laporan : Agen 089 M. Rijal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here