SPIONASE-NEWS.COM,– PAREPARE – Sidak Anggota Komisi II DPRD Kota Parepare Kamaluddin Kadir beserta rekan-rekanya mengunjungi areal pembangunan pagar di sekitar pangkalan kontainer, yang beberapa waktu lalu meresahkan warga masyarakat, Rabu (25/12/2019).

Tampak Kamaluddin Kadir dan Komisi II DPRD Kota Makassar dan Aktivis Pemuda IRG di lokasi proyek (dok).

Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 16.45 WITA tersebut, Kamaluddin Kadir menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat setempat, khususnya yang memiliki usaha di sekitar pembangunan pagar untuk kontainer.

Tampak hadir dalam kunjungan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat setempat, serta aktifis seperti Iqbal Rahim Gani (IRG) aktifis LSM Lingkar Hijau yang juga aktif di Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Komisariat Daerah Parepare.

“BeberapaAnggota DPRD dari komisi II tersebut hanya sekedar mengunjungi dan melihat keadaan saja untuk sementara,” jelas Iqbal Rahim Gani yang aktif memantau perkembangan pembangunan tersebut.

Sebelum kunjungan ini, telah dilaksanakan diskusi antara sejumlah tokoh dan para aktifis, Camat Ujung, Kapolsek Ujung, Polresta, dan Kontraktor di Kota Parepare beberapa waktu lalu, yang berupaya untuk membangun mediasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) kota Parepare mencari jalan tengah, dalam mempertimbangkan kembali dampak dari pembangunan pagar di areal bekas parkiran kontainer tersebut.

Warga masyarakat setempat berharap rencana pembangunan pagar di area bekas kontainer di daerah Kelurahan Malusetasi, Kecamatan Ujung tersebut dapat dipertimbangkan kembali, dengan memperhatikan dampaknya terhadap usaha warga masyarakat setempat, minimal pembangunan itu tidak menutupi usaha pedagang yang sudah dirintis jauh sebelum rencana pembangunan tersebut digulirkan.

Warga setempat dan Aktivis LSM Lingkar Hijau, sangat berharap, anggota DPRD yang berkunjung tersebut tidak hanya meninjau lokasi, tetapi juga dapat mengakomodir aspirasi warga masyarakat yang mengeluhkan bahwa pembangunan itu dapat mengancam perkembangan usaha mereka, akhirnya usaha mikro seperti itu mati, ungkap aktivis IRG.

Laporan : Agen Sukri

Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here