Ketua LMR-RI Komda Jeneponto Dg.Jalil Brontak bersama Tim Poto bersama warga di TKP
Ketua LMR-RI Jeneponto Dg Jalil Brontak langsung menelpon pihak dinas terkait
Dg.Sangkala terbaring lemah dan sakit



SPIONASE-NEWS COM,- JENEPONTO – Langkah pengurus KOMDA LMR RI Kabupaten Jeneponto bersama tim terhenti di depan sebuah gubuk kecil berdinding reyot di Dusun Jenetallasa Barat, Desa Jenetallasa, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Di tempat itulah Daeng Sangkala menjalani hari-harinya dalam keterbatasan.

Di dalam rumah berukuran sekitar 2 x 3 meter tersebut, Daeng Sangkala terbaring lemah di atas kasur tipis yang telah usang. Kasur itu menjadi saksi bisu perjalanan panjang penderitaannya selama sembilan tahun terakhir setelah terserang stroke yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk beraktivitas seperti sediakala.

Lebih memilukan lagi, sejak penyakit itu datang, istri dan anak-anaknya memilih pergi meninggalkan dirinya. Kini, hanya saudara perempuannya yang setia merawat dan mendampingi, mulai dari menyuapi makan, memandikan, hingga memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Dinding lapuk dan atap tua rumah tersebut seolah menjadi saksi bisu perjuangan hidup Daeng Sangkala. Stroke memang merenggut kemampuan gerak tubuhnya, namun kenyataan ditinggalkan keluarga menjadi luka yang jauh lebih berat untuk ditanggung.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LMR RI Komda Kabupaten Jeneponto, ABD. Jalil, S.Pd, atau yang lebih di kenal Dg.Jalil Brontak menyampaikan rasa prihatin mendalam saat ditemui pada Jumat (12/06/2026).

“Saya sangat miris melihat langsung kondisi Daeng Sangkala. Sembilan tahun terbaring tanpa kepastian, ditinggalkan keluarga, dan tinggal di rumah yang tidak layak huni. Ini bukan lagi tugas satu orang atau satu lembaga. Ini adalah panggilan kemanusiaan bagi kita semua, ini adalah tugas negara, Bupati harus hadir dan peduli untuk rakyatnya, terutama pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto. Saya Dg.Jalil Brontak bersama seluruh keluarga besar dan Kader LMR RI Komda Kabupaten Jeneponto siap berada di garda terdepan mengawal hingga negara benar-benar hadir untuk beliau,” tegasnya.

Kehadiran LMR RI Komda Jeneponto bukan sekadar kunjungan biasa. Tim hadir membawa kepedulian sekaligus harapan agar kondisi Daeng Sangkala mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Sebagai langkah awal, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jeneponto, Dr. Mustaufiq, S.IP., S.E., M.Si., M.H., bergerak cepat menindaklanjuti pengurusan dokumen identitas Daeng Sangkala agar dapat mengakses berbagai hak dan layanan yang menjadi haknya sebagai warga negara.

Namun demikian, identitas hanyalah pintu awal. Daeng Sangkala masih membutuhkan perawatan medis yang layak, tempat tinggal yang manusiawi, serta perhatian dan perlindungan sosial dari negara.

Sembilan tahun merupakan waktu yang terlalu lama untuk menanggung sakit seorang diri. Sembilan tahun pula menjadi masa penantian yang panjang akan hadirnya bantuan dan kepedulian.

Melalui rilis ini, Pengurus LMR RI Kabupaten Jeneponto mengetuk hati nurani berbagai pihak, khususnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto dan Gubernur Sulawesi Selatan, agar segera memberikan perhatian dan bantuan kepada Daeng Sangkala.

Dg.Jalil Brontak berharap Daeng Sangkala dapat masuk dalam data penerima bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), layanan kesehatan, maupun program perlindungan sosial lainnya yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya dengan lebih layak.

“Kami tidak ingin sisa hidup beliau dihabiskan di atas lantai dingin tanpa sentuhan kasih dan perhatian. LMR RI Komda Jeneponto siap mengawal proses ini hingga tuntas, karena kemanusiaan sejati diuji bukan ketika semua orang kuat, melainkan ketika ada satu orang lemah yang kita pilih untuk tidak dilupakan,” tegas Dg.Jalik Brontak Ketua LMR RI Komda Jeneponto.

Laporan : Agen 094 Nasir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here