
SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO – Dugaan maraknya praktik pemalsuan Kartu Keluarga (KK) demi menggasak Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) akhirnya membuat Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto buka suara. Namun bukannya mengambil langkah tegas, Dinsos justru terkesan cuci tangan.
Kepala Dinas Sosial Jeneponto, Syamsuddin Sijaya, dengan tegas membantah ada keterlibatan pihaknya. Ia menyebut perubahan data KK penerima bansos “tidak ada sangkut pautnya dengan Dinsos”.
“Perubahan dokumen penerima BLTS Kesra dalam hal ini KK fisik tidak dibenarkan dan tidak ada sangkut pautnya dengan Dinas Sosial,” tegas Syamsuddin, Selasa (07/07/2026).
Pernyataan itu justru memicu tanda tanya besar. Pasalnya, sebagai instansi yang membidangi kesejahteraan sosial, publik menilai Dinsos seharusnya paling depan dalam mengawasi dan memverifikasi data penerima, bukan hanya jadi tukang “rekap”.
Lebih lanjut, Syamsuddin mengaku bansos sebesar Rp900.000,- per KPM itu murni program dari Kementerian Sosial. Tugas Dinsos Jeneponto disebutnya hanya sebatas mendata dan merekap yang sudah tersalur di kantor pos.
“Kami tegaskan bahwa apa yang sekarang berkembang itu kami tidak tahu menahu, ada pendamping sosial yang jalan mendampingi KPM penerima,” ujarnya.
Pernyataan “tidak tahu menahu” ini dinilai bentuk lepas tanggung jawab. Di tengah dugaan pemalsuan dokumen yang merugikan negara dan mencederai hak warga miskin yang sebenarnya, Dinsos justru memilih cuci tangan dan melempar bola ke pendamping sosial.
Syamsuddin sendiri menyayangkan adanya oknum yang memanipulasi data demi kepentingan pribadi.
“Kelakuan oknum ini tak hanya merugikan penerima manfaat yang sah tapi juga rugikan negara,” ucapnya geram.
Namun ketika ditanya langkah konkret Dinsos, jawabannya kembali normatif. Ia hanya menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke penegak hukum.
“Kami turut prihatin dengan adanya kejadian tersebut namun sepenuhnya kita serahkan ke penegak hukum jika ada yang keberatan. Yang jelas ini tak ada kaitannya dengan Dinas Sosial Jeneponto,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun oknum yang diproses terkait dugaan pemalsuan KK untuk bansos Kesra di Kabupaten Jeneponto. Publik kini menunggu, apakah Dinsos Jeneponto hanya akan jadi penonton, atau benar-benar berani membongkar dan menindak mafia bansos di daerahnya.
Laporan : Agen 094 Nasir

























