SPIONASE-NEWS.COM,- BANTAENG – Dunia pendidikan di Kabupaten Bantaeng tercoreng. Seorang oknum guru di UPT SD Negeri 2 Lembang Cina, Kecamatan Bissappu, diduga melakukan kekerasan terhadap siswanya sendiri dengan melempar bangku di dalam kelasnya. Rabu (05 Agustus 2026)

Aksi yang tidak patut ditiru seorang pendidik itu terjadi di kelas 4B dan membuat puluhan siswa trauma hingga takut masuk sekolah.

Kronologi dugaan kekerasan itu terbongkar dari pengakuan salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Awalnya anak saya takut ke sekolah. Saya tanya kenapa. Dia jawab, takutka ke sekolah karena ibu guru sudah na lemparkan kami satu kelas 4B bangku dan melemparkan buku baru na usir kami keluar kelas,” ungkap orang tua sisw BBa tersebut menirukan ucapan b kepada tim media.

Peristiwa itu sontak membuat geram para orang tua. Secara kompak, orang tua/wali siswa kelas 4B mendatangi sekolah untuk meminta pertanggungjawaban kepala sekolah.

Siapakah guru yang dimaksud? Dari penelusuran media, guru tersebut berinisial K, yakni Ibu Kasmawati, wali kelas 4B.

Lantas bagaimana tanggapan kepala sekolah?

“Menurut kepala sekolah, sabarki ibu, tunggu sampai dua hari kami akan cari solusinya,” ujar salah satu orang tua siswa.

Ironisnya, sejak kejadian itu, siswa kelas 4B mogok belajar. Mereka kompak tidak mau masuk kelas jika masih diajar oleh guru yang sama.
“Anak-anak pada tidak mau masuk kelas kalau masih ibu guru yang galak itu,” tambahnya.
Untuk memastikan kebenaran informasi, tim media mendatangi langsung SDN 2 Lembang Cina beberapa hari setelah kejadian. Sayangnya, oknum guru yang bersangkutan, Kasmawati, tidak berada di tempat dan tidak dapat ditemui hingga berita ini diterbitkan.

Di lokasi, media ini hanya berhasil menemui Kepala UPT SDN 2 Lembang Cina, Suharni, S.Pd, bersama Pengawas Sekolah dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Muh. Yusuf, S.Pd., M.Pd.

Di hadapan media ini, Plt Kadis Pendidikan Bantaeng menegaskan telah mengambil tindakan tegas.

“Guru kelas 4B atas nama Kasmawati sudah kami tarik ke dinas dan akan kami carikan sekolah lain yang mau menerimanya. Sebab kalau di dinas sebagian staf bukan sebagai tenaga fungsional tetapi guru,” tegas Muh. Yusuf.

Para orang tua siswa berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Mereka tidak ingin anak-anak mereka yang masih kecil dan butuh bimbingan menjadi korban amarah pendidik yang tidak profesional.

“Harapan kami ke depannya tidak ada lagi pendidik seperti Ibu Kasmawati yang semaunya marah kepada siswanya. Kasihan siswanya masih kecil dan masih butuh bimbingan untuk masa depannya,” pungkas para orang tua siswa serentak.

Hingga berita ini tayang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng diharapkan tidak hanya memindahkan, tetapi memberikan pembinaan dan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain di Bantaeng.

Laporan : Agen 022 Suarni/ Agen 023 Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here