SPIONASE-NEWS.COM, SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan inovasi BRISMART (Briket Sekam Padi sebagai Solusi Energi Terbarukan) kepada masyarakat Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilaksanakan di Rumah Kepala Lingkungan II, Kelurahan Arawa, Selasa (04/08/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai guna dan ekonomis.

Program BRISMART menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gel. 116 Unhas dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal, khususnya limbah pertanian, agar dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan briket, mulai dari pengumpulan sekam, proses pengarangan dan penghalusan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan.

“Melalui pengolahan sekam padi menjadi briket, limbah pertanian dapat memiliki nilai tambah sekaligus menjadi alternatif bahan bakar yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar salah seorang Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gel. 116 Unhas.

Masyarakat Kelurahan Arawa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan briket dari sekam padi.

Kasi Pemerintahan Kelurahan Arawa, Lewa, S.IP., turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan limbah sekam padi melalui inovasi BRISMART dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Keberhasilan program ini kami harapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitar secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya inovasi seperti ini, limbah pertanian dapat memiliki nilai tambah dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Lewa, S.IP.

Melalui kegiatan ini, KKN-T Inovasi Desa Gel. 116 Unhas berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal secara mandiri, mengurangi limbah pertanian, serta membuka peluang ekonomi melalui pengembangan energi alternatif.

Selain menjadi alternatif bahan bakar, pengolahan sekam padi menjadi briket juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat limbah pertanian dari perspektif yang berbeda, yakni sebagai sumber daya yang dapat diolah dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Keberhasilan program BRISMART diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan dan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat Kelurahan Arawa sehingga memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Dari limbah menjadi energi, dari potensi lokal menjadi solusi berkelanjutan.

Laporan : Agen 090 M. Rijal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here