
SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR — Komitmen menjaga kelestarian ekosistem laut terus diwujudkan Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut yang kini menjabat Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX/Maluku itu kembali meninjau kondisi terumbu karang hasil inisiasinya di perairan Pulau Kodingareng Keke, Kota Makassar, Selasa (11/08/2026).
Peninjauan dilakukan sehari setelah rangkaian puncak peringatan HUT ke-1 Kodaeral yang berlangsung di Ballroom Phinisi 1 Hotel Claro Makassar, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju”.
Dalam kunjungan itu, Hanarko mengevaluasi perkembangan media transplantasi terumbu karang berbentuk lambang Garuda yang diinisiasinya saat menjabat Danlantamal VI/Makassar.
“Hasil penyelaman menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Struktur terumbu karang Garuda tersebut kini telah tumbuh subur, menempel sempurna, dan bertransformasi menjadi rumah baru bagi berbagai jenis biota laut,” ujar Hanarko di Makassar, Selasa malam.
Bagi Hanarko, pelestarian keanekaragaman hayati laut bukan sekadar bagian dari tugas kedinasan. Pria kelahiran Sabang, 9 Mei 1971, tersebut memandang pelestarian lingkungan maritim sebagai panggilan yang telah dijalaninya selama puluhan tahun.
Ia menilai kerusakan ekosistem laut akibat berbagai aktivitas, termasuk pengeboman ikan dan pencemaran, membutuhkan penanganan melalui aksi nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, penyelamatan laut tidak cukup hanya diwacanakan dalam forum atau meja rapat.
“Kesadaran menjaga laut adalah tanggung jawab moral bersama, karena masa depan keberlanjutan hidup manusia sangat bergantung pada kelestarian ekosistem maritim,” kata Laksamana Pencinta Lingkungan Hidup Maritim ini.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan secara lebih terstruktur melalui pendirian Yayasan Garuda Di Lautku Inisiatif (GDLI) yang berbasis di Surabaya.
GDLI didirikan setelah melalui riset dan studi kasus selama sekitar satu tahun. Salah satu kajian yang dilakukan adalah mempelajari praktik pelestarian laut pascareklamasi di Dubai. Yayasan tersebut mengusung filosofi harmonisasi kehidupan manusia dengan lingkungan alam.
Gerakan Garuda di Lautku menjadi salah satu bentuk aksi nasional transplantasi terumbu karang dengan struktur berbentuk lambang negara. Program ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem laut, memperbaiki terumbu karang yang rusak, sekaligus meningkatkan wawasan bahari masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, GDLI memiliki empat pilar utama, yakni Hutan Biru, Ekonomi Biru, Masyarakat Biru, serta Pendanaan dan Ekonomi Biru.
Hanarko menjelaskan, Hutan Biru berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan rawa pasang surut sebagai kawasan penting bagi keanekaragaman hayati laut.
Sementara itu, Ekonomi Biru diarahkan pada pengembangan potensi sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Adapun Masyarakat Biru atau Blue Citizen berorientasi pada pemberdayaan masyarakat pesisir agar lebih tangguh dan mandiri menghadapi perubahan lingkungan.
Untuk memperkuat basis ilmiah setiap program, GDLI membangun kemitraan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran, serta TNI Angkatan Laut. Kemitraan tersebut diarahkan untuk menyusun rekomendasi kebijakan kemaritiman berbasis komunitas.
Komitmen Hanarko terhadap isu lingkungan juga berjalan seiring dengan perjalanan kariernya di TNI. Ia pernah menjabat Wadanlantamal VI/Makassar, Danlantamal VI, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Bakamla, Pa Sahli Tk. III Bidang Banusia Panglima TNI, Staf Khusus Panglima TNI, dan Staf Khusus Kasal, sebelum dipercaya menjadi Komandan Kodaeral IX/Maluku.
Jejak tersebut menunjukkan upaya mengintegrasikan kepemimpinan di bidang pertahanan dan keamanan maritim dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut.
Hanarko berharap upaya menjaga ekosistem laut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Karena masa depan kita ada di laut,” pungkasnya.
Laporan : Agen 010 H.Ilo

























