SPIONASE NEWS.COM,- MASALLE, ENREKANG — Di balik keberhasilan siswa-siswi SMAN Negeri 11 Enrekang menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang, terselip sebuah cerita sederhana namun penuh makna yang patut diapresiasi dan diacungi jempol, Rabu (19/08/2026).

Sebelum pelaksanaan upacara penurunan Bendera Merah Putih, Lapangan Upacara Kecamatan Masalle terlebih dahulu digunakan warga untuk kegiatan lomba gerak jalan. Setelah kegiatan berakhir, sampah terlihat berserakan di sejumlah bagian lapangan.

Waktu pun semakin mendekati Salat Magrib dan pelaksanaan upacara penurunan bendera harus segera dimulai. Dalam situasi tersebut, para anggota Paskibra bersama warga tidak tinggal diam.

Dengan masih mengenakan atribut dan seragam Paskibraka, mereka turun langsung membersihkan lapangan. Sampah yang berserakan dipungut dan dikumpulkan bersama-sama hingga lapangan kembali bersih dan siap digunakan untuk upacara.

Aksi sederhana tersebut menjadi gambaran nyata bahwa tugas seorang Paskibra tidak hanya sebatas menjalankan prosesi pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, kepedulian, gotong royong dan tanggung jawab.

Camat Masalle Apresiasi Kepedulian Paskibra

Camat Masalle, Nurdin, S.Kom, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kepedulian yang ditunjukkan para siswa-siswi Paskibra Kecamatan Masalle.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan contoh positif yang menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan disiplin, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

Ia berharap sikap seperti itu terus dipertahankan dan menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika menjalankan tugas sebagai Paskibra.

“Saya berharap anak-anak Paskibra ini tidak hanya menjadi contoh dalam kedisiplinan dan menjalankan tugas upacara, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, lingkungan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.”

Nurdin juga berharap pengalaman selama menjadi Paskibra dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk membangun karakter yang lebih kuat, bertanggung jawab dan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. Hal kecil seperti memungut sampah memiliki nilai besar ketika dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan demi kepentingan bersama,” harapnya.

Nasionalisme Bukan Sekadar Upacara

Berkat kerja sama Paskibra dan warga, lapangan akhirnya kembali bersih sehingga upacara penurunan Bendera Merah Putih dapat segera dilaksanakan dengan baik.

Salut dan apresiasi untuk siswa-siswi SMAN Negeri 11 Enrekang. Dengan masih mengenakan seragam Paskibraka, mereka menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti ketika tugas utama selesai.

Sikap sederhana tersebut menjadi pesan bahwa nasionalisme bukan hanya tentang mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih, tetapi juga tentang menjaga tempat di mana Merah Putih dihormati.

Keteladanan seperti inilah yang patut dijaga dan ditularkan kepada generasi muda lainnya di Kabupaten Enrekang.

Laporan : Agen 015 Alfin/Agen 014 Wildan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here