

SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO – Citra rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan 24 jam tercoreng. RSUD Lanto Dg. Pasewang Jeneponto atau biasa disingkat RS Latopas yang seharusnya menjadi tempat rujukan utama masyarakat, justru terlihat gelap gulita dan mencekam pada malam hari.
Pantauan di lapangan pada Rabu, 09 Juli 2026 pukul 20.20 WITA, kondisi halaman dan area depan RS Latopas sangat minim penerangan. Hanya beberapa titik lampu yang menyala, sementara sebagian besar area tampak gelap dan sepi.
Dalam foto yang berhasil diabadikan, tampak area parkir motor basah usai hujan tanpa penerangan memadai. Papan “AREA PARKIR MOTOR” pun hampir tidak terlihat. Suasana ini membuat warga menyebut RS Latopas “bagaikan rumah hantu”.
Berpotensi Bahaya & Langgar Standar
Kondisi gelap di fasilitas kesehatan publik sangat berbahaya. Beberapa poin krusial yang disorot:
1. Keselamatan Pasien & Keluarga: Pasien darurat, keluarga, dan tenaga medis rawan terpeleset, jatuh, atau menjadi korban tindak kejahatan di area minim cahaya.
2. Pelayanan Darurat: Bagaimana jika ada pasien IGD yang datang tengah malam? Akses masuk dan parkir yang gelap bisa menghambat pertolongan pertama.
3. Standar Akreditasi: Rumah Sakit wajib memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan sesuai Permenkes. Minimnya penerangan jelas mencederai prinsip tersebut.
Tuntutan, Minimnya anggaran atau efisiensi tidak boleh menjadi alasan mengorbankan keselamatan.
Kami mendesak:
1. Direktur RSUD Latopas segera melakukan audit penerangan di seluruh area rumah sakit, terutama IGD, parkir, dan akses masuk.
2. Pemerintah Kabupaten Jeneponto & Dinas Kesehatan untuk mengalokasikan anggaran perbaikan fasilitas dasar rumah sakit.
3. PLN Jeneponto memastikan tidak ada pemadaman yang mengganggu operasional RS.
Rumah sakit adalah tempat orang mencari harapan dan kesembuhan. Bukan tempat yang membuat takut karena gelap. Jangan sampai ada korban dulu baru dibenahi.
Laporan : Agen 094 Nasir

























