Ibu PKK mendapatkan bimbingan PKM

SPIONASE-NEWS.COM,- JENEPONTO Potensi tanaman kelor yang melimpah di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat peluang itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menggelar pelatihan diversifikasi produk olahan daun kelor. Senin (10/08/2026).

Pelatihan bertajuk “Penguatan Kapasitas Ibu PKK melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Daun Kelor” itu digelar di Desa Pappalluang pada Ahad, 9 Agustus 2026. Kegiatan diikuti puluhan Ibu-Ibu PKK dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pappalluang.

Tim PKM Unismuh Makassar terdiri dari Dr. Burhanuddin, S.Sos., M.Si. sebagai ketua, dengan anggota Dr. Nadir, S.P., M.Si. dan Herman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Unismuh Makassar, Amina dan Nurfadillah.

Materi inti disampaikan Dr. Nadir yang merupakan akademisi di bidang pertanian. Ia mengupas tuntas potensi dan peluang pasar tanaman kelor atau Moringa oleifera sebagai strategi peningkatan ekonomi keluarga.

“Kelor memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Yang penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk mengolah potensi lokal tersebut menjadi peluang ekonomi,” ujar Dr. Nadir.

Dalam pelatihan, ibu-ibu PKK tidak hanya dikenalkan pada nilai gizi kelor, tetapi juga praktik langsung diversifikasi produk. Mulai dari teh daun kelor, bubuk kelor, hingga produk pangan populer seperti kerupuk, stik, dan aneka kue kering yang bisa diproduksi dalam skala rumah tangga.

Selain teknik pengolahan, peserta juga dibekali pengetahuan wirausaha, mulai dari teknik pengemasan dan pelabelan yang menarik, strategi penentuan harga, hingga pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Dr. Nadir mendorong agar usaha ini dikembangkan secara kolektif melalui kelompok PKK agar lebih berkelanjutan.

“Kita ingin mendorong masyarakat untuk melihat kelor bukan hanya sebagai tanaman, tetapi sebagai potensi pangan dan peluang usaha. Semangatnya adalah ‘Keluarga Sehat, Ekonomi Kuat, Bersama Tanaman Kelor’,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Pappalluang. Bendahara Desa Pappalluang, Abdul Malik Mustari, yang hadir mewakili Kepala Desa Muhammad Said, menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru kepada Ibu-Ibu PKK tentang bagaimana potensi kelor yang ada di sekitar kita dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah,” kata Abdul Malik.

Ia berharap pelatihan tidak berhenti pada tataran teori, namun bisa melahirkan produk unggulan desa.

“Kami berharap Ibu-Ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh hari ini dan mengembangkannya secara bersama-sama. Mudah-mudahan ke depan dapat lahir produk unggulan dari Desa Pappalluang yang memberikan manfaat dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Kegiatan PKM ini didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat serta difasilitasi oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar.

Melalui kolaborasi ini, Tim PKM berharap terjadi perubahan cara pandang masyarakat bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan pengetahuan, kreativitas, dan teknologi yang tepat, dapat menjadi sumber inovasi dan kesejahteraan.

Laporan : Agen 041 Nasir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here