SPIONASE-NEWS.COM,- MANADO – Dua preman yang mengeroyok dan menganiaya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Distrik Militer 1310/Bitung, Korem 131/Santiago, Kodam XIII/Merdeka Madado Sulawesi Utara.

Kedua preman itu diketahui bernama Izhak Tambani dan Martisen Tambani alias Tisen. Mereka menyerahkan diri beberapa jam setelah menghajar dan menginjak wajah Sersan Satu Melddy Mangeke.

Berdasarkan berita yang dilansir dari Viva Militer, Kamis 28 Januari 2021, preman warga Minahasa Utara ini ternyata merupakan residivis alias mantan narapidana. Dan tak tanggung-tanggung Tisen ternyata pernah melakukan pembunuhan.

Jika dilihat sekilas, tampang kedua preman ini memang sangat sangar dan buas. Sekujur tubuh mereka dipenuhi tato. Termasuk di kedua belah tangan keduanya. Izhak Tambani memiliki tubuh gempal dan Tisen kurus tinggi.

Sedangkan Tisen dipenjara karena melakukan tindak pidana pembunuhan. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 2015. Ketika itu Tisen membunuh pria bernama Brenda Barandale.

Dan konyolnya, Tisen membunuh Brenda hanya karena cemburu. Jadi Tisen membunuh Brenda karena tak terima melihat kekasih yang akan dinikahinya dibonceng korban dengan sepeda motornya.

Pembunuhan terhadap Brenda dilakukan Tisen di Jalan Sam Ratulangi 12, Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario. Ketika itu Brenda dibunuh dengan cara yang benar-benar sadis, Tisen menghabisi nyawa dengan menikam tubuh Brenda pakai pisau. Korban tewas bersimbah darah dengan 11 luka tusukan. Tisen sempat kabur, tapi dua hari kemudian dia menyerahkan diri ke polisi.

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dari Komando Distrik Militer 1310/Bitung, Korem 131/Santiago, Kodam XIII/Merdeka, Sersan Satu Melddy Mangeke sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Dr R D Kandou Manado.

Sertu Melddy Mangeke dirawat di rumah sakit sejak beberapa hari lalu. Kondisinya cukup mengkhawatirkan, kritis dan tak sadarkan diri. Dia masuk rumah sakit setelah dianiaya secara sadis oleh dua preman di tempat hiburan Karaoke dan Pub Sarona Manembo-Nembo pada Senin 25 Januari 2021.

Prajurit TNI penyandang sabuk hitam karate itu dihajar secara brutal oleh kedua pelaku hingga sekarat di lokasi. Peristiwa itu bermula saat Sertu Melddy menegur kedua pelaku dan dua temannya karena berbuat onar.

Sertu Melddy dihajar tanpa ampun secara bergantian. Yang tak kalah mengerikan, ketika prajurit TNI AD itu tersungkur dan dalam kondisi sekarat, pelaku tetap tak menghentikan kebrutalannya, mereka menginjak wajah dan menendangi korban hingga tak sadarkan diri.

“Reka ulang ini berdasarkan keterangan para saksi dan bantuan CCTV, dengan sejumlah kesimpulan bahwa dua tersangka jelas melakukan penganiayaan kepada korban.

Dan korban tidak sedikitpun melakukan perlawanan, setelah dipukul tidak sadarkan diri,” kata Kapolres Bitung, AKBP FX Winardi Prabowo kepada jajaran perwira TNI AD yang hadir di lokasi prarekonstruksi.

Untuk diketahui prarekonstruksi dihadiri Komandan Komando Distrik Militer 1310/Bitung, Letnan Kolonel Benny Lesmana, Kepala Seksi Intel Korem 131/Santiago, Kolonel Jefry Bojoh dan Komandan Sub Detasemen Polisi Militer Bitung, Kapten Cpm Charles Katuuk.

Sementara itu akibat penganiayaan itu Sertu Melddy masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Sulawesi Utara.

Laporan : Agen 001/BAW/TP/viva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here