SPIONASE-NEWS.COM,- LUWU UTARA – Pembangunan bendungan baliase menuai polemik yang berkepanjangan
dari informasi yang didapatkan oleh masyarakat dari hasil pertemuan perwakilan di DPRD Lutra dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan- Jeneberang Sulsel 18 Januari 2019 yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Lutra bahwa solusi adalah penampungan dan Pompa pendorong.

Merespon informasi tersebut masyarakat desa Mappedeceng menolak dengan keras solusi yang di tawarkan tersebut.

“Sebelumnya Petani sawah yang berasal dari Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara tersebut, turun melakukan aksi demo lantaran sekitar 30 hektare lahan sawah mereka tidak di aliri air di irigasi Bendung Baliase yang tengah dibangun, Minggu (20/1).

Padahal Bendung Baliase yang dibangun dengan anggaran ratusan miliar hanya berjarak ratusan dari lokasi persawahan warga”.

Muhammad Rifli (Jenlap aksi) dalam kasi tersebut angkat bicara ia mengatakan bahwa pihak pemerintah dan pihak terkait tidak serius menangani masalah tersebut,

“pemerintah Lutra tidak serius menangani tuntutan masyarakat, dan cenderung menyepelekannya, hal yang sangat tidak masuk akal hanya sawah di daerah kami yang tidak ada perencanaan pintu air irigasi masyarakat Desa Mappedeceng tetap tegas, bahwa Pintu Air Hagra mati, ” pungkasanya yang di hubungi Via WA.

Laporan : Agen Fikri/ Agen 011 Bagaskara (Lutra)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here