
SPIONASE-NEWS.COM,- GOWA – Kurang lebih 100 orang anggota Ormas Sulawesi Bersatu menggelar ziarah dan tabur bunga di Makam Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa pada Minggu (05/07/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPP Sulawesi Bersatu, H. Hariyanto Karaeng Tinggi.
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada “Ayam Jantan dari Timur”. Sekaligus upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan, persatuan, dan semangat “Siri’ na Pacce” di kalangan kader Sulawesi Bersatu.
Kegiatan ini diikuti para pengurus DPP, pengurus wilayah, anggota, dan simpatisan dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menunjukkan kekompakan organisasi dalam menjaga warisan budaya dan sejarah Sulawesi.
Suasana penuh khidmat terasa sejak pagi. Para peserta tiba di lokasi dengan semangat kebersamaan untuk mengenang perjuangan Sultan Hasanuddin sebagai pahlawan nasional.
Nuansa budaya Sulawesi begitu kental. Seluruh peserta tampil seragam dengan atribut Sulawesi Bersatu. Para pria mengenakan topi Patonnro, sementara kaum perempuan tampil anggun dengan baju kebaya modern berwarna khas organisasi.
Acara diawali dengan pembacaan doa bersama. Dilanjutkan prosesi tabur bunga di pusara Sultan Hasanuddin sebagai simbol penghormatan atas jasa-jasa beliau dalam mempertahankan martabat bangsa.
Dalam sambutannya, H. Hariyanto Karaeng Tinggi menegaskan bahwa ziarah ini memiliki makna mendalam. “Sultan Hasanuddin adalah simbol perlawanan dan persatuan. Dari beliau kita belajar bahwa sekecil apapun kita, kalau bersatu maka penjajah pun bisa kita lawan,” tegasnya.
Panitia juga menghadirkan pemaparan singkat sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin. Hal ini bertujuan agar anggota muda tidak melupakan sejarah dan terus mewarisi semangat juang sang pahlawan. Dukungan masyarakat sekitar pun terlihat, mereka menilai kegiatan seperti ini penting agar nilai sejarah tidak tergerus zaman.
Selain ziarah, kegiatan juga dirangkaikan dengan deklarasi komitmen kebangsaan oleh seluruh peserta. Dalam deklarasi tersebut, Sulawesi Bersatu menyatakan sikap menolak segala bentuk radikalisme, intoleransi, dan perpecahan. H. Hariyanto menambahkan bahwa organisasi akan turun langsung ke jalan untuk mengedukasi generasi muda tentang sejarah lokal dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan dilanjutkan makan bersama menu khas Sulawesi sebagai simbol kebersamaan. Pengurus wilayah menyatakan ziarah ke Makam Sultan Hasanuddin ini akan menjadi agenda rutin tahunan Sulawesi Bersatu. “Kami ingin anak cucu tahu, bahwa besarnya bangsa ini karena ada pengorbanan para pendahulu. Dari Gowa, semangat itu harus terus menyala,” pungkas salah satu pengurus DPP.
Dengan mengenang Sultan Hasanuddin, Sulawesi Bersatu berkomitmen untuk terus menjaga kekompakan. Organisasi siap bersinergi, menolak perpecahan, dan bersama membangun Sulawesi untuk Indonesia yang lebih kuat.
Laporan : Agen 094 Nasir

























