SPIONASE-NEWS.COM, – MAKASSAR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan Lembaga yang bisa membantu masyarakat yang tidak memiliki Ijazah di sekolah Formal dan tidak tammat sekolah, seperti tingkat SD, SMP, dan SMA. Hal inilah banyak di salah gunakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam memuluskan keinginannya untuk lulus sekolah, dan hal inilah yang menjadi kerancuan gandanya nama di Dapodik Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kamis (27/01/2021)

Salah satu operator komputer di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Makassar, mengajukan protes dikarenakan banyaknya siswa belajarnya yang di akui oleh salah satu lembaga PKMB lain yang ganda, contohnya seperti PKBM Attarim.

Hal inilah yang dikeluhkan oleh Fitri, Ia mengatakan bahwa siswa belajarnya sejak 2018 terdaftar di lembaganya tapi tiba-tiba PKBM Attarim mengakui kalau itu siswa belajar aktifnya, dan ironinya siswa tersebut disuruh telpon ke saya untuk dikeluarkan dari Dapodiknya.

“Saya bilang, “Datangki kesekolah minta surat pindah, ” Tapi orang itu ‘ngotot bilangnya kalau di PKBM Attarim, tidak butuhji surat pindah, yang penting siswa itu dikeluarkan di Dapodiknya bisami ikut ujian Negara”, jelas orang tersebut yang disampaikan Fitri ke media ini sambil tertawa.

Ko’ bisa ya? logikanya siswa yang sekolah di sekolah A NISNnya sudah keluar dari kementerian Pendidikan, terus mau pindah sekolah ke sekolah B tanpa surat pindah apakah itu dibenarkan. Menurut Fitri, memang betul PKBM adalah lembaga non formal, tapi PKBM tidak jauh beda dengan sekolah yang formal.

Fitri menambahkan, bahwa Ada proses administrasi dari awal yang harus mereka selesaikan, jadi ketika siswa itu pindah, di lembaga kami tidak diperbolehkan asal pindah tanpa surat pindah, tegas Fitri.

Hal inilah yang menyebabkan data siswa ganda di Dapodik, karena tidak adanya kode etik yang dimiliki oleh lembaga yang bersangkutan, jelasnya lagi.

Lanjutnya, Jika ingin mengeluarkan siswa ganda bukan hanya melalui WhatsApp di group. Tapi harus ada surat penyampaian bahwa di PKBM tersebut siap menerima dari awal, bukan siswa tersebut sudah 6 bulan di PKBM lain katanya aktif baru dengan seenaknya minta kelembaga-lembaga lain untuk dikeluarkan, Ungkap Fitri.

Ini terjadi bukan hanya di PKBM kami saja, tapi sudah ada beberapa lembaga yang di telpon oleh PKBM Attarim untuk minta dikeluarkan siswanya, karena yang di akui adalah siswa belajar aktifnya.

Hal ini terkuak setelah dilihat disistem ada siswa ganda, sebanyak 62 orang yang terbaca di komputer, ya kita sebagai seorang pendidik haruslah faham tentang proses administrasi lembaga, jangan asal-asalan saja, Jelas Fitri lagi.

Siswa yang datanya ganda di lembaga-lembaga PKBM namanya tidak akan keluar untuk ikut ujian Nasional, sampai kapanpun sebelum datanya bisa dibenahi dan tidak ganda di sistem secara nasional oleh kementerian Pendidikan Republik Indonesia, baru bisa diajukan untuk ujian Negara, Ungkap Fitri lagi.

Fitri menambahkan lagi, bahwa Proses ini bukan hanya dari lembaga, karena Dapodik itu harus singkron dengan data di Kementerian Pendidikan Pusat di Jakarta, nanti setelah itu baru bisa melakukan penarikan siswa yang bisa ikut ujian di kelas 6, 9 dan 12.

Jika ada peserta didik ganda di sistem, lantas siapa yang disalahkan, yang disalahkan adalah lembaga PKBM yang ketika siswa mendaftar dilembaganya, dari awal tidak mempertanyakan apakah siswa tersebut pernah mendaftar dilembaga lain atau tidak, seperti itulah permasalahannya ?

Dan Jika sudah tidak boleh diterima, kecuali siswa tersebut minta surat pindah dari lembaga tempat dia mendaftar dulu. Tapi jika tidak ada pertanyaan seperti itu berarti lembaga tersebut tidak memiliki administrasi yang bagus. Dan bisa dipertanyakan kredibilitasnya.

Media ini yang coba mengklarifikasi permasalahan ini ke salah satu pimpinan PKBM, mengatakan bahwa persolan ini sudah dirapatkan di ruangan Kabid PAUD untuk mempertanyakan dan memberi solusi pada peserta ganda tersebut.

Kedepannya saya berharap dinas pendidikan lebih memperjelas aturan yang ketat tentang administrasi lembaga-lembaga PKBM, harapnya tanpa mau namanya ditulis.

Media ini coba menelusuri kasus gandanya nama siswa dalam Dapodik, Plt Kadis Pendidikan yang coba di konfirmasi atas permasalahan ini, tidak bisa dihubungi, dan sampai berita ini di naikkan, tim investigasi Media ini masih berjalan.

Laporan : Agen 008 HI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here