SPIONASE-NEWS.COM,- MALANG – Kirab Budaya tahun 2018 yang digelar Pemerintah Kabupaten Malang di Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang Selatan, Sabtu (29/9/2018) pagi hingga malam, berlangsung meriah dan spetakuler.

JLS yang jadi arena Kirab Budaya Malang ini, sejak Jumat malam, sudah ada ratusan orang berkumpul di sepanjang jalan. Kebanyakan peserta yang berasal dari kecamatan sepuluh penjuru Kabupaten Malang. Tapi, banyak juga traveler yang sengaja datang untuk menyaksikan pawai yang jadi bagian Malang Beach Festival 2018 ini.
Tahun ini, Kirab Budaya mengambil tema “Creative Carnival Custome”. Sesuai temanya, banyak kreasi ditampilkan di rute kirab yang panjangnya lebih kurang 2 km ini.

“Tahun ini, mengambil tema Creative Carnival Custome. Peserta akan menampilkan hasil kreasi busana tradisional yang spektakuler, kesenian, dan kendaraan hias. Peserta berasal dari beragam kelompok masyarakat, OPD (organisasi perangkat daerah), dan lembaga lainnya termasuk perbankan,” terang Nurcahyo, ketua Panitia Kirab Budaya Malang, menjelaskan.
Dimulai tepat pukul 8.30 pagi sampai 21.00 malam, sekitar 100 peserta kirab diberangkatkan bergantian dari titik start di Pantai Bajulmati, Gedangan, Kabupaten Malang. Menyusuri JLS sepanjang kurang lebih 2 kilometer, iring-iringan peserta akan finish di Pantai Ungapan.
Semua peserta keliatan antusias tapi di iring-iringan. Mesjid cuacanya panas, senyum tetap mengembang di wajah mereka. Tampil dengan kostum beraneka rupa, aksi mereka benar-benar layak diabadikan oleh barisan juru foto yang ada di sepanjang pantai.

Selain kirab, banyak juga beragam kesenian dan pertunjukan digelar di arena Kirab. Kalau kebetulan ada di sekitar Pantai Selatan Malang, langsung bergerak ke Pantai Ungapan.

Bupati Malang, Rendra Kresna beserta jajaran menyaksikan pawai di garis finish tepat di Pantai Ungapan.

Rendra mengatakan pawai budaya tersebut sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi wisata pantai di Jalur Lintas Selatan. “Pawai ini digelar dengan rute dari Pantai Bajulmati sampai Pantai Ungapan”, katanya.
“Kabupaten Malang kaya akan potensi wisata pantai. Pawai Budaya ini merupakan upaya untuk mendongkrak potensi itu agar semakin dikenal masyarakat Indonesia”, imbuhnya.

“’Tugas Pemkab Malang sekarang adalah menyiapkan jalan sebagai akses sebelum masuk Jalan Lintas Selatan.”
“Caranya adalah dengan memperlebar jalan alternatif, baik di Desa Srigonco, Gajahrejo, dan Tumpakrejo.”

“Pembangunan berjalan baik dan lancar buah dari kebersamaan antara masyarakat dan Pemkab,” terang Rendra.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, SH. Msi., menyampaikan kepada Spionase-News.com, bahwa pemerintah kabupaten malang siap menampung kreativitas daripada masyarakat guna menampilkan hasil karya potensi seni budaya di daerahnya.

Bahkan bilamana ditampilkan dari pagi hari sampai dini hari sekalipun pemkab Malang siap menerimanya. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat mempunyai semangat untuk menggali potensi budaya yang ada di daerah masing-masing, kata Made.

Laporan : John (Mlg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here