Bahar alias Baba Banti

SPIONASE-NEWS.COM,-  ENREKANG – Suasana santai di sebuah kedai kopi menjadi ruang lahirnya sebuah gagasan tentang masa depan Kabupaten Enrekang. Dalam bincang-bincang penuh keakraban tersebut, Kontributor Nasional Coruption Watch (NCW), Bahar, yang akrab disapa Baba Banti, menyampaikan harapan dan pandangannya mengenai pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat demi mendorong kesejahteraan Enrekang. Jum’at (31/07/2026)

Menurut Bahar alias Baba Banti, kondisi pembangunan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal yang dialami banyak daerah menjadi kenyataan yang harus dihadapi bersama. Namun, ia meyakini bahwa setiap tantangan selalu menghadirkan peluang apabila disikapi dengan semangat kebersamaan dan inovasi.

“Di tengah keterbatasan, yang harus kita perkuat bukan hanya anggaran, tetapi juga komunikasi, kolaborasi, dan semangat untuk saling bertukar gagasan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, begitu pula masyarakat. Ketika semua elemen bersatu, akan lahir banyak solusi bagi kemajuan daerah,” ujar Baba Banti.

Ia menegaskan bahwa pandangan yang disampaikannya merupakan bentuk kecintaan kepada Kabupaten Enrekang sekaligus kepedulian terhadap pemerintah daerah yang tengah mengemban tanggung jawab besar dalam menjalankan pembangunan.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi melalui pemikiran, inovasi, kritik yang santun, serta solusi yang dapat diwujudkan bersama.

Baba Banti berharap ruang komunikasi antara pemerintah dengan generasi muda, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, insan media, serta putra-putri Enrekang yang berkarya di berbagai daerah dapat terus diperkuat. Baginya, Enrekang memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kepedulian tinggi terhadap daerah asalnya.

“Sudah saatnya seluruh potensi yang dimiliki Enrekang dirangkul menjadi satu kekuatan. Ketika komunikasi dibangun dengan baik, berbagai ide dan pengalaman yang dimiliki putra-putri daerah dapat menjadi nilai tambah dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan pemerintah,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar forum-forum dialog dan diskusi pembangunan terus diperkuat sebagai wadah bertukar pikiran antara pemerintah dan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai tantangan dapat dihadapi dengan pendekatan yang lebih partisipatif, sehingga kebijakan yang dihasilkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Baba Banti, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dimiliki daerah, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen untuk membangun kepercayaan, menyatukan pemikiran, dan memperkuat sinergi dalam mewujudkan tujuan bersama.

“Harapan saya sederhana, mari rapatkan barisan, satukan pemikiran, dan saling menguatkan. Pemerintah telah bekerja sesuai tanggung jawabnya, sementara masyarakat memberikan dukungan melalui gagasan, inovasi, dan partisipasi nyata. Dengan semangat seperti itu, saya yakin kesejahteraan masyarakat Enrekang akan semakin mudah diwujudkan,” tutup Baba Banti.

Bincang-bincang sederhana di meja perkopian itu menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan amanah bersama. Ketika pemerintah dan masyarakat saling percaya, saling mendengar, dan saling menguatkan, maka jalan menuju Enrekang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera akan semakin terbuka.

Laporan : Agen 015 Alfin/Agen 14 Wildan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here