SPIONASE-NEWS.COM,- LUWU UTARA – Seorang nasabah BRI, Sukriadin, mengaku mengalami dugaan selisih nominal pada transaksi setoran angsuran kredit yang dilakukan di Kantor Cabang BRI Kappuna, Luwu Utara,  pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2026 lalu.

Pinjaman kredit tersebut tercatat atas nama istrinya, Surianti. Angsuran wajib setiap bulan sebesar Rp1.543.877,- namun Sukriadin mengaku selalu membulatkan setoran menjadi Rp1.545.000,- atau Rp1.550.000,-

Permasalahan mulai terungkap setelah pada hari Senin 27 Juli 2026, kemarin saat pihak BRI Sentral Masamba menghubungi Sukriadin dan menyampaikan bahwa angsuran kredit belum dibayarkan secara penuh.

Setelah menerima informasi tersebut, Sukriadin mengirimkan foto slip setoran sebagai bukti pembayaran. Namun, ia mengaku terkejut ketika mengetahui nominal yang tercantum dalam slip itu hanya sebesar Rp1.050.000,-

Menurut Sukriadin, ia meyakini telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp1.550.000 kepada teller saat melakukan transaksi di Kantor BRI Cabang Masamba di Kelurahan Kappuna Kabupaten Luwu Utara.

“Saya yakin menyerahkan uang Rp1.550.000,- terdiri dari 15 lembar pecahan Rp100 ribu dan satu lembar pecahan Rp50 ribu kepada teller pada waktu itu. Saya baru mengetahui nominal di slip hanya Rp1.050.000 setelah dihubungi pihak marketing BRI,” ujar Sukriadin Selasa (28/07/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah memeriksa kembali slip setoran setelah transaksi karena telah terbiasa langsung menyimpannya dan meyakini nominal yang tercatat sudah sesuai dengan uang yang disetorkan.

“Bagi saya, rezeki masih bisa dicari dan diganti. Namun kejujuran, integritas, serta profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada nasabah adalah hal yang tidak ternilai harganya,” tambahnya.

“Saya berharap persoalan ini dapat diusut secara objektif dan transparan oleh pihak BRI Cabang Masamba agar tidak menimbulkan keraguan terhadap kepercayaan masyarakat kepada lembaga perbankan,” tutup Sukriadin.

Atas kejadian tersebut, Sukriadin meminta pihak BRI melakukan investigasi secara menyeluruh, termasuk menelusuri rekaman CCTV, log transaksi teller, serta hasil pencocokan kas pada hari transaksi waktu yang dimaksud guna memastikan penyebab terjadinya selisih nominal setoran tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Sukriadin berharap pihak BRI dapat memberikan penjelasan resmi dan penyelesaian yang objektif berdasarkan hasil pemeriksaan agar persoalan tersebut memperoleh kejelasan bagi semua pihak.

Pihak media ini berusaha untuk bertemu pimpinan Kantor BRI Cabang Masamba di Kelurahan Kappuna Kabupaten Luwu Utara, tapi beliau masih sibuk, jelas stafnya.

Laporan : Agen 024 Arie Laupa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here